Simalungun, hetanews.com - Jaksa Melnita, menuntut terdakwa Suferi alias Feri (31), warga Huta I Kampung Pompa, Nagori Perlanaan, Kecamatan Bandar, dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun penjara, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (26/11/2020).           

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 114 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Karena terbukti mengedarkan sabu sebanyak 8,83 gram.              

Menurut jaksa, terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, pada Minggu, 21 Juni 2020 lalu, pukul 20.00 WIB dari bengkel tambal ban, di samping gudang SJT, Jalan Besar Perdagangan-Limapuluh.

Ketika itu, terdakwa duduk dan tidak berapa lama ia ditelepon pembeli sabu.

Lalu ia mengeluarkan satu plastik klip kecil berisi sabu dan ia pegang. Sedangkan 9 plastik klip kecil berisi sabu, ia simpan dalam kotak rokok Gudang Garam di dalam kantong baju terdakwa.          

Tiga anggota Satnarkoba Polres Simalungun, saksi Donal Tobing, Leonardo Silalahi dan Arikson Sibarani yang sudah mendapat informasi, mendatangi terdakwa. Melihat polisi datang, lalu terdakwa membuang bungkusan plastik dan setelah diperiksa, ternyata berisi sabu.        

Saat dilakukan penggeledahan oleh petugas, ditemukan 9 plastik klip kecil berisi sabu dan setelah para saksi menginterogasi terdakwa, ia mengakui menyimpan sabu di dalam kamar tidur, sebanyak tiga paket dan satu bal plastik klip di dalam dompet warna merah jambu.            

Sabu sebanyak itu, diakui terdakwa, ia beli seharga Rp 3,5 juta dari Ican (DPO), di Simpang Gambus, Kabupaten Batu Bara yang akan dijual kepada para pembelinya.          

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara, Harfin Siagian, memohon agar hakim meringankan hukuman terdakwa dengan alasan sangat menyesali perbuatan dan berjanji akan bertobat.          

Untuk mendengar vonis majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH, dibantu panitera, M Ramli, menutup sidang dan membukanya kembali pada Rabu pekan depan.