Simalungun, hetanews.com - Jamalik ala Jamal (38), warga Kampung Jawa Huta I, Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, dituntut 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara oleh jaksa Ade Jaya Ismanto SH.

Tuntutan jaksa, dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (26/11/2020).            

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika. Jamal terbukti memiliki sabu seberat 1,57 gram (Brutto).

Menurut jaksa Ade Jaya Ismanto SH, terdakwa ditangkap anggota polisi, Bambang Lesmono, Jonson Napitupulu dan saksi Rotua Hutabarat, di dalam sebuah cakruk (gubuk), Rabu, 17 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 13.30 WIB, di Kampung Gunung Huta II, Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar.              

Ketika ditangkap polisi, ditemukan 3 paket sabu, sebuah bong, dan sebuah kaca pirex yang terletak di tempat duduk terdakwa, di dalam gubuk tersebut.

Kepada polisi, terdakwa mengaku, jika sabu yang ditemukan dari sampingnya adalah miliknya yang baru saja dibeli Rp 600 ribu dari Sumarno (DPO).               

Dalam persidangan, terdakwa di dampingi pengacara, Harfin Siagian SH dari Posbakum, secara lisan memohon agar hakim meringankan hukuman terdakwa. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk putusan, ketua majelis hakim Roziyanti dibantu panitera, Amriyata Siregar, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.