Jakarta, hetanews.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara World Economic Forum (WEF) Special Virtual on Indonesia, Rabu (25/11). Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengungkapkan, Presiden menyampaikan upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Presiden RI antara lain menyampaikan upaya yang telah dilakukan Indoensia di dalam mengelola baik sisi kesehatan, maupun perekonomian selama pandemi secara secara seimbang, namun dengan penekan bahwa kesehatan selalu menjadi acuan utama," katanya dalam jumpa pers di akun sekretariat presiden, Rabu (25/11).

Presiden, kata Menlu Retno, menyampaikan bahwa pandemi ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan kemajuan. Serta dari sisi kesehatan, kasus aktif di Indonesia sudah berada di bawah rata-rata dunia.

"Angka kesembuhan Indonesia di atas rata-rata angka kesembuhan dunia, dan upaya untuk menekan angka kematian terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia," ungkap Retno.

Kemudian, Kepala Negara mengungkapkan persiapan yang terus dilakukan untuk vaksinasi. Kata Retno, Presiden menjelaskan mengenai pendekatan vaksin, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, presiden menyampaikan meminimalisasi resiko sosial dengan melaksanakan perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan. Serta melaksanakan program pemulihan ekonomi nasioanl dengan memberikan dukungan bagi UMKM dan dunia usaha.

"Jadi menurut Presiden krisis ini digunakan Indonesia untuk berbenah, bukan saja menekan tombol reset tetapi melakukan lompatan ke depan. Visi besar, transformasi besar, dan aksi besar," papar Retno.

Presiden lalu menjelaskan mengenai pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, dan reselience. Serta menjelaskan mengenai Omnibuslaw.

"Yang ditujukan untuk reformasi regulasi dan birokrasi serta memberikan kepastian hukum," pungkas Retno Marsudi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berbicara banyak mengenai ekonomi berkelanjutan. "Presiden di dalam persentasinya juga banyak berbicara mengenai ekonomi berkelanjutan, dan memberikan beberapa contoh misalnya kebijakan pemberlakuan, B30, D100, penggunaan energi tenaga surya dan lain lain," katanya.

Retno mengungkapkan, Presiden sempat berdiskusi dengan para CEO yang berlangsung cukup panjang dan sangat intensif. Para CEO tersebut, juga menyampaikan beberapa hal yang mengemuka.

"Antara lain masih terdapat antusiasme yang tinggi dari para investor asing untuk berinvestasi dan melakukan bisnis dengan Indonesia," ungkapnya.

Menurut Retno, para private sector internasional menyambut baik formasi regulasi dan birokrasi yang dilakukan pemerintah indonesia. Mereka juga memberikan dukungan kepada komitmen Indonesia untuk terus menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dengan suistanibility.

Kemudian, terdapat ketertarikan dari CEO untuk investasi di bidang digital. Termasuk mengenai pentingnya penekanan ekonomi yang inklusif di bidang digital melalui pemberdayaan UMKM.

"Jadi itulah yang terjadi pada sesi satu, Presiden dengan para CEO yang intinya adalah antusiasme masih cukup tinggi dan mereka mengapresiasi segala upaya reformasi yang sedang dilakukan oleh Indonesia," ucapnya.

"Dan mereka juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam menangani pandemi, baik dalam konteks kesehatannya maupun dalam ekonomic recoverynya," pungkas Retno Marsudi. 

sumber: merdeka.com