Semarang, hetanews.com - Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkap klaster rumah tangga dan pondok pesantren mendominasi penularan covid-19 paling menonjol di Jateng. Penularan covid-19 sering terjadi kebanyakan disebabkan adanya transmisi lokal.

"Mayoritas penderitanya tanpa gejala alias OTG. Saat ini klaster rumah tangga yang terpapar ada 374 kasus, ada riwayat perjalanan dari luar daerah. Kedua pondok pesantren 271 penderita," kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, Kamis (26/11).

Dia menyebut klaster lain yang turut menyebarkan virus covid-19 di Jateng ada beberapa diantaranya klaster pasar, klaster ASN, klaster tempat kerja, klaster tenaga kerja, klaster acara, serta klaster sekolah. Terkait jumlahnya, Yulianto enggan menjelaskan lebih detail.

"Kebanyakan penularannya transmisi lokal. Sedangkan untuk klaster sekolahan tidak terlalu banyak," ujarnya.

Terkait tingginya angka covid-19 di Jateng pada Senin (23/11) yakni 10.494 lebih tinggi dari DKI Jakarta 8.722 orang, kata dia ada perbedaan data antara pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pusat.

Yulianto merinci, sebanyak 3.551 pasien terkonfirmasi covid-19 di Jawa Tengah dirawat di rumah sakit. Adapun 3.944 pasien menjalani isolasi mandiri.

"Kita akan terus berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan itu," tandasnya. 

sumber: merdeka.com