Hetanews.com - Penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Hal itu tampak dari peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit di sejumlah provinsi. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangannya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

"Saya sampaikan saat ini terjadi peningkatan tren pasien yang masuk rawat jalan IGD dan juga rawat inap dibandingkan periode sebelum libur panjang," kata Wiku.

Wiku menambahkan peningkatan tersebut berdampak pada ketersediaan tempat tidur di berbagai rumah sakit di berbagai daerah. Peningkatan pasien Covid-19 salah satunya yang terjadi di Provinsi Banten.

Rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah ini tingkat keterisian tempat tidur mengalami peningkatan. Saat ini, keterisian tempat tidur rumah sakit di daerah tersebut sudah mencapai 97 persen untuk ruang ICU nya atau 115 tempat tidur telah terisi.

Sedangkan keterisian ruang isolasi mencapai 80 persen atau 1.413 tempat tidur telah terisi. Kondisi rumah sakit penuh pasien Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia juga diakui Ketua Departemen Menejemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Irwandy, SKM, MScPH, MKes.

"Kalau kita perhatikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, seminggu belakangan ini mulai memperlihatkan tren peningkatan baik di ruang perawatan isolasi maupun ICU," ujar Prof Irwandy, Rabu (25/11/2020).

Puncak kasus baru Covid-19

Prof Irwandy mengatakan kondisi ini adalah dampak dari masih kurangnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, kondisi penuhnya rumah sakit juga disebabkan oleh pergerakan masyarakat yang cukup besar sewaktu libur panjang diakhir Oktober lalu.

"Jadi penularan yang tinggi terjadi diakhir Oktober dan awal November. Dampaknya, kita lihat setelah satu sampai dua minggu kemudian," jelas Prof Irwandy.

Lebih lanjut Prof Irwandy mengungkapkan puncak kasus baru di bulan ini pada 13 November lalu dengan jumlah 5.000 kasus baru dalam sehari. Kasus baru penularan Covid-19 tersebut mulai masuk ke rumah sakit beberapa hari setelag didiagnosis, sehingga sekitar minggu kedua dan ketiga November ini kasus Covid-19 mulai mengalir ke rumah sakit.

"Ditambah hari (lamanya) perawatan pasien Covid-19 yang beminggu-minggu lamanya membuat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit mulai menipis," imbuh Prof Irwandy.

Melihat data peningkatan kasus Covid-19 di bulan ini, Prof Irwandy mengatakan bahwa tren puncak tersebut terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia. Puncak kasus Covid-19 di semua daerah rata-rata terjadi di pertengahan bulan November ini.

Prof Irwandy memperingatkan ada beberapa daerah yang harus mewaspadai kondisi ini. Sebab, peningkatan kasus akan membuat rumah sakit penuh pasien Covid-19. Di antaranya, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Yogyakarta.

"Khususnya Yogyakarta menjadi perhatian, per November (keterisian tempat tidur rumah sakit) mencapai 78 persen (standarnya kurang dari 60 persen)," jelas Prof Irwandy.

Demikian juga dengan Provinsi Bali. Tren kasus Covid-19 di daerah ini juga mengalami peningkatan dan harus mulai waspada. Prof Irwandy menambahkan daerah-daerah tujuan wisata sepertinya mengalami dampak ini.

Sumber: kompas.com