Simalungun, hetanews.com - Jaksa Melnita menuntut terdakwa Harianda Sinaga alias Bagol (33), warga Jalan Sederhana, Kelurahan Perdagangan II, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, selama 7 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsider 1 tahun penjara, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (25/11/2020).         

Bagol dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Terdakwa ditangkap Satnarkoba Polres Simalungun, saksi Aswin Manurung, Paiduk Lumbanraja, Arikson Sibarani dan Leonardo Silalahi, pada Rabu, 16 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, di Kampung Keling, Kelurahan Perdagangan II, Kecamatan Bandar.           

Dari terdakwa, polisi menemukan 1 bungkus besar dan lima bungkus kecil berisi sabu seberat 3,38 gram, serta HP merk LG.

Sabu sebanyak itu, menurut terdakwa, ia beli dari Khalid (DPO). "Saya sudah tiga kali belanja sabu dari Khalid untuk saya jual lagi," ucap terdakwa.           

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara, Harfin G Siagian SH, memohon agar hukuman terdakwa diringankan. Dengan alasan sangat menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon hukum saya seringan-ringannya dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi," katanya.

Permohonan terdakwa akan dipertimbangkan dalam putusan hakim. Untuk mendengar vonis majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH, di dampingi anggota, Mince Ginting dan Aries K Ginting, sidang akan dibuka kembali pada Rabu mendatang. Persidangan dibantu panitera Jonathan Sinaga.