Siantar, hetanews.com - Erwin Nainggolan (21), dituntut pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara oleh jaksa, Siti M Manullang SH, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Rabu (25/11/2020).

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara Dame Jonggi Gultom, secara lisan memohon keringanan hukuman.

Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Terdakwa dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Warga Sitalasari ini, terbukti memiliki 2 paket sabu, dan ditangkap, pada Senin, 18 Mei 2020 lalu, sekira pukul 00.45 WIB, di jalan Rajamin Purba Siantar.

Sabu tersebut, diakui, baru saja dibeli dari seseorang yang dikenal dengan sebutan "Kakek", di jalan Viyata Yudha.

Terdakwa hanya disuruh temannya dan menerima uang Rp300 ribu untuk belanja sabu. Sedangkan teman terdakwa, berhasil melarikan diri, setelah terdakwa ditangkap polisi.

Bersama barang bukti, 2 paket sabu, terdakwa diamankan ke Polres Pematangsiantar.

Jaksa menyatakan barang bukti tersebut dimusnahkan. Hal yang memberangkatkan terdakwa menurut jaksa, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan karena terdakwa belum pernah dipidana.

Majelis hakim, pimpinan M Iqbal Purba SH, menunda persidangan hingga Selasa (1/12/2020) mendatang dengan agenda pembacaan vonis.

"Untuk putusan sidang ditunda hingga Selasa,"katanya, dibantu panitera, Sinto SH.