Siantar, Hetanews.com – Guru Honor di Kota Siantar mengeluh selama pandemi covid 19 melanda. Seperti yang diungkapkan R Sinaga, seorang Honerer yang menjadi Kepala Sekolah [Kepsek] salah satu Taman Kanak-kanak atau TK di Siantar.

Kepada Hetanews, Manik mengakui dampak yang paling ia rasakan akibat pandemi ialah gaji bulanan. Sebelumnya ia menerima gaji Rp 1,3 Juta kini hanya Rp 950 ribu.

Pengurangan gaji tersebut, menurut dia karena pembayaran uang sekolah oleh orang tua peserta didik sering mengalami keterlambatan.

Tak dapat dipungkuri, kondisi demikian pun dikarenakan para orangtua mengalami kondisi yang hampir serupa setelah pandemi Covid 19.

“Berkurang gaji saya menjadi Rp 950 ribu. Karena kan ada saldo kas sekolah ditambah uang SPP anak. Bahkan orangtua kadang telat membayar SPP anaknya,”ungkap Manik kepada Hetanews, Selasa (24/11/2020) sore.

Tantangan lain yang akan dihadapi adalah jumlah peserta didik kian hari berkurang. Sebagaimana diketahui, sekolah ditutup karena zona merah covid melanda kota Siantar.

“Inipun tidak tahu bagaimana untuk penggajian kami kedepannya, karena kan ada saldo kas untuk sekolah. Kalau melihat jumlah murid kami banyak berkurang, tidak menutup kemungkinan bahwa gaji kami akan dikurangi lagi,” ucapnya,

Ia menjelaskan, jumlah peserta didik pada masa pandemi turun drastis. Jumlanya pun jauh berbanding terbalik dengan tahun 2019 lalu. “Tahun lalu ada 29 siswa. Tahun 2020 ini menurun drastis menjadi 10 orang,” imbuhnya.

Peliknya kondisi yang dihadapi ini, tak membuat Manik dan Honorer lainnya merasa terpukul. Sebaliknya kondisi membuat mereka maklum.

Manik berujar, para Honorer memaklumi pengurangan gaji mereka di tengah pandemi.

“Ya syukurnya mereka terima dengan situasi yang ada sekarang ya, walaupun dengan gaji yang minim,” tutupnya.