Jakarta, hetanews.com - Sepak terjang Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman diapresiasi relawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2019, Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). GNR menyebut Mayjen Dudung cocok jadi Gubernur DKI.

"Ketegasan Pangdam Dudung dalam aksi belakangan ini patut diapresiasi. Orang seperti Pangdam layak untuk duduk di birokrasi. Posisi yang cocok adalah Gubernur DKI Jakarta," kata Sekjen GNR M Choir dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11).

GNR menilai Jakarta akan lebih baik jika dipimpin oleh sosok berlatar belakang militer. Choir memberi contoh mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos, yang juga pernah menjadi Pangdam Jaya.

"Saya rasa Jakarta akan semakin baik jika sosok militer memimpinnya. Siapa orangnya? Dudung Abdurachman-lah sosok yang pas," ujar Choir.

Diketahui Mayjen Dudung Abdurachman saat ini berusia 55 tahun. Dia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 November 1965. Pilgub DKI selanjutnya dijadwalkan oleh KPU digelar pada 2024. Artinya, saat Pilgub DKI digelar, Dudung sudah memasuki usia pensiun.

Mungkinkah Pangdam Jaya ini terjun ke politik?

Mayjen Dudung merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan infanteri. Pria kelahiran 19 November 1965 itu mengawali karier bergengsinya sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Mayjen Dudung lahir dari keluarga sederhana pasangan Nasuha dan Nasyati. Ayah Dudung merupakan seorang PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Diketahui, Dudung memang sejak kecil ingin menjadi tentara lantaran hidup dan tinggal di barak.

Pada 1981, ketika Dudung berada di bangku kelas II SMP, sang ayah meninggal dunia. Ia pun membantu sang ibu berjualan kue di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi di Bandung. Ia pernah mengalami peristiwa yang menyedihkan saat dagangannya ditendang oleh salah seorang tentara.

Hal tersebut membulatkan tekadnya menjadi seorang perwira TNI. Ia pun berhasil mewujudkan mimpinya itu. Mayjen Dudung dua kali menjadi komandan kodim (dandim). Setelah menjabat Dandim Musi Rawas, ia diangkat menjadi Dandim 0418/Palembang.

Karier Mayjen Dudung pun mulai melesat setelah menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada 2010. Ia lalu diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya. Pria yang pernah menjadi loper koran ini lalu dipromosikan sebagai Dandenma Mabes TNI. Lalu pada 2015, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Wagub Akmil hingga 2016.

Setelahnya, jenderal bintang dua itu menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD. Hingga pada 2018, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Gubernur Akmil. Lalu ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 menggantikan Letjen Eko Margiyono.

Baca juga: Keputusan di Balik Perintah Pangdam Jaya Turunkan Semua Baliho Habib Rizieq

Sumber: detik.com