Siantar, hetanews.com - Minimnya kepala sekolah yang bersertifikat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) serta guru, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Siantar berencana melakukan merger/regrouping sekolah dasar [SD] di tahun 2021.

Menurut Kabid Paud Dikdas Kota Siantar, Lusamti Simamora, target untuk merger misalnya 3 sampai 6 sekolah yang berada di dalam satu kompleks lokasi. Jumlah SD di Kota Siantar saat ini berjumlah 116. Ia memperkirakan setelah merger terdapat 73 SD saja.

“Saat ini sekolah dasar di kota Siantar sebanyak 116 dan setelah kota hitung semua, kita mapping sekolah berkompleks, kalau kita satukan mudah-mudahan kita bisa nanti menjadi sekitar 73 sekolah,"  kata Lusamti Simamora saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kota Siantar jalan Siatas Barita, Selasa (24/11/2020).

Ia menjelaskan, sampai saat belum ada Peraturan menteri soal merger sekolah. Disamping itu, Dinas Pendidikan sudah melakukan kajian dan studi banding ke  Bandung Jawa Barat. Menurut Lusamti, kota tersebut sukses melakukan merger sekolah.

Rencananya merger/regrouping sekolah dasar ini juga sudah ada dalam laporan hasil pembahasan rancangan peraturan daerah kota Siantar tentang APBD tahun 2021.

"Misal ada 3-6 sekolah di satu tempat, nanti dikumpulkan para kepala sekolah, kumpulkan komite sekolah, perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, dan lurah. Jadi mereka diskusi dan nanti dasar kesepakatan itulah nantinya dituangkan menjadi Peraturan Walikota (Perwa). Jadi produk hukumnya itu  Perwa," tutup Lusamti.

Baca juga: 5 Dari 13 SMPN Siantar Tidak Memenuhi Kuota PPDB