Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Dicky Wahyudi als Tompul (20), warga Dusun I, Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, didakwa melakukan pencurian.

Agenda persidangan, pada Selasa (24/11/2020) siuang tadi, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Menurut saksi Chairil Wahdiansyah, Zulfikar Kirana, dan Agil Pristio Pebriano, bahwa pada hari Minggu, 2 Agustus 2020, terdakwa membawa kabur 1 unit sepeda motor Yamaha XABRE warna Abu-abu, BK 3914 TBE milik saksi korban Chairil Wahdiansyah, di Huta Mariah Jambe, Kecamatan Jawa Maraja, Kabupaten Simalungun.

Awalnya, saksi Chairil menyuruh Zulfikar, menjemput ibunya bernama Winarti dan adiknya Agil. Tapi terdakwa memaksa saksi Zulfikar untuk mengantarkannya pulang ke Serapuh.

Meski dibilang tidak bisa, tapi terdakwa memaksa dan naik ke atas sepeda motor bersama saksi Agil. Setibanya di rumah saksi korban, Agil turun, sedangkan terdakwa tetap berada di atas sepeda motornya.

Saat itu, timbul niat terdakwa untuk memiliki sepeda motor tersebut. Lalu membawa sepeda motor milik saksi korban, menuju Perbaungan. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian Rp.18 juta.

Keterangan saksi-saksi dibenarkan terdakwa dan menyatakan tidak keberatan. "Benar Bu hakim,"katanya disidang siang itu.

Perbuatan terdakwa, dijerat jaksa Friska Marlina, melanggar pasal 362 KUH Pidana tentang pencurian.  Majelis hakim dipimpin Roziyanti menunda persidangan hingga sepekan untuk mendengarkan tuntutan jaksa.

Persidangan dibantu panitera, M Ramli, dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada Senin mendatang (30/11/2020).