Siantar, hetanews.com - Terdakwa Lambok Hutajulu (43), warga Jalan Bahbolon Kiri, Kelurahan Sigulang – gulang, Kecamatan Siantar Martoba, minta hukumannya diringankan oleh hakim.

Permohonan itu, disampaikan terdakwa, pasca dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa, Henny Simandalahi, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (24/11/2020).

"Saya mohon dihukum seringan-ringannya, pak hakim, saya menyesal dan ingin cepat berkumpul dengan anak dan istri saya,"katanya disidang siang itu.

Jaksa mempersalahkan Lambok, melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Hal yang memberangkatkan terdakwa menurut jaksa karena tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan narkotika, dan tidak ada hal yang meringankan.

Lambok ditangkap personil Polres Siantar, pada Rabu, 24 Juni 2020 lalu, pukul 19.00 WIB.

Malam itu, terdakwa Lambok hendak keluar rumah dan langsung diamankan petugas yang telah mendapatkan informasi.

Setelah dilakukan penggeledahan, pada diri terdakwa dan juga rumahnya, disita 1 paket ganja dan handphone merk Samsung. Barang bukti tersebut, diakui milik terdakwa, dan ganja dibeli dari Doyok (DPO) sebanyak 2 paket seharga Rp.20 ribu.

Sepaket ganja seberat 1,06 gram, dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan. Dalam persidangan, Lambok didampingi pengacara dari Posbakum, Dame Jonggi Gultom.

Untuk pembacaan vonis, ketua majelis hakim, M Iqbal Purba, menunda persidangan hingga Selasa (1/12/2020) mendatang.