Sergai, hetanews.com - PT Waskita merupakan induk yang mengerjakan proyek raksasa berbasis nasional, pembangunan jalan tol, tepatnya zona 3 ruas Tebing Tinggi - Parapat.

Namun akibat proyek itu, PT Waskita diduga merugikan beberapa masyarakat di sana. 

Karena akibat galian proyek jalan tol, di zona 3, lahan perkebunan kelapa sawit milik warga Desa Pabatu 1, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, jadi terendam lumpur dan bahkan sedalam lutut orang dewasa.

Hal itu membuat warga yang akan memanen kelapa sawitnya jadi kesulitan dan terpaksa harus menambah upah panen mereka.

Atas kejadian yang diduga kesalahan pihak PT Waskita itu, pihak PT Waskita rela memberikan uang kompensasi kepada warga Desa Pabatu 1 yang lahan perkebunannya  terendam lumpur.

Namun anehnya, ketika wartawan menanyakan uang kompensasi yang diberikan PT Waskita, kepada warga, bersumber dari anggaran apa? Dan bagaimana kalkulasinya? Pihak PT Waskita melalui humas, bernama Sutrisno, malah mengaku tidak mengetahui sama sekali. Atau sengaja menutup - nutupi?

Salah satu warga saat berada di lahan perkebunan sawit miliknya yang terendam lumpur. (foto/dmk)

"Tapikan sudah kami kasih uang kompensasinya bang, kalau dari mana uangnya, aku gak tau bang,"ungkap Sutrisno, Senin (23/11/2020).

Menanggapi hal tersebut, Wendy Hutabarat, Lembaga Aliansi Indonesia Badan Peneliti Aset Negara, mengaku sangat kecewa terhadap PT Waskita yang seolah sengaja menutup - nutupi kepada media ataupun LSM, terkait anggaran apa yang diberikan oleh PT Waskita kepada warga yang lahannya terendam lumpur.

"Pihak PT Waskita harusnya menjelaskan secara gamblang kepada media maupun LSM, terkait anggaran kompensasi dan bagaimana sistem  kalkulasinya," tegasnya, Selasa (24/11/2020). 

Sementara itu, salah satu warga yang lahannya terendam lumpur, kepada hetanews.com, beberapa hari lalu mengatakan, warga sudah menerima uang kompensasi dengan jumlah bervariasi.

"Kami sudah diberikan uang kompensasi bervariasi bang. Ada yang 5 juta, ada juga yang 3.5 juta bang, kalau ditanya kecewa, ya kami kecewa bang. Tapi ya mau gimana lagi lah bang,"ucapnya.