Simalungun, hetanews.com - Sadar Siahaan als Vijay (43) dan Hamdani Purba als Odeng (40), masing - masing divonis 4,6 tahun penjara, denda Rp900 juta, subsider 3 bulan pejara.

Vonis hakim pimpinan Hendrawan Nainggolan yang dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (24/11/2020), lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, para terdakwa dituntut jaksa Juna Karo Karo dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp800 juta subsider 6 penjara.

Keduanya, warga yang sama di Kecamatan Pematang Bandar, dinyatakan bersalah, melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Menurut hakim, terdakwa Vijay ditangkap polisi, pada Selasa, 19 Mei 2020 lalu, pukul 14.00 WIB, di depan rumah Dahaiman Damanik als Maman, di Jalan Tuan Sawadin P.Bandar Simalungun.

Ketika itu, terdakwa sedang membawa sabu 0,35 gram dari terdakwa Odeng yang dimasukkan ke dalam kotak rokok Magnum.               

Dengan meminjam sepeda motor Honda Verza BK 2509 TBH milik Risky Saragih, Vijay disuruh oleh terdakwa Odeng untuk mengantarkan sabu kepada seseorang seharga Rp400 ribu. Di tengah perjalanan, petugas yang telah menerima informasi langsung menyetop dan mengamankan terdakwa.

Saksi Aswin Manurung, Yunus Manurung dan Benni Paiduk Lumban Raja dari Polres Simalungun, menyita satu paket sabu dari dalam kotak rokok Magnum dari kantong baju terdakwa.

Berdasarkan pengakuan Vijay, lalu polisi membawa Vijay, mencari Odeng dan berhasil ditangkap di rumahnya.                   

Hal yang memberatkan terdakwa menurut hakim, perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dipidana.

Dalam persidangan, keduanya didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun dan menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.