Jakarta, hetanews.com - "Kapan, ya, dunia normal? Enggak ada corona lagi. Enggak perlu pakai masker lagi, enggak perlu jaga jarak lagi."

Mungkin hal ini menjadi angan manusia Bumi saat ini. Pandemi COVID-19 benar-benar membuat kita tak bebas untuk hidup normal.

Sebab, penularan corona dari manusia ke manusia terjadi melalui droplet atau percikan liur. Oleh karena itu, memakai masker, menjaga jarak, juga mencuci tangan hukumnya wajib dilakukan apabila tidak ingin tertular.

Dengan situasi ini, peneliti pun berlomba-lomba meneliti vaksin. Produk yang diyakini ampuh untuk membuat manusia hidup normal kembali seperti tahun 2019 dan sebelumnya.

Vaksin bisa menciptakan kekebalan. Sehingga virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 tidak akan bisa berkembang dengan baik ketika masuk tubuh.

Di Indonesia, vaksinasi menurut proyeksi akan dimulai pekan ketiga Januari 2021. Menggunakan vaksin CoronaVac dari Sinovac, China.

Proyeksi ini sedikit mundur dari target Presiden Jokowi yang menginginkan vaksinasi dimulai pekan ketiga Desember 2020. Tapi, BPOM menegaskan emergency use authorization (EUA) tidak akan bisa diberikan saat itu. Data analisis baru lengkap Januari 2021.

Terlepas dari hal-hal teknis lainnya, pertanyaan seperti yang diungkap di awal sangat ditunggu-tunggu jawabannya.

  • Lantas, apakah jika nanti vaksinasi dimulai maka kehidupan bisa langsung normal?

"Belum. Kita masih harus menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan," kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac Prof Kusnandi Rusmil.

Jika Vaksinasi Corona Januari 2021, Hidup Normal Baru Dimulai Juli 2021? (2)
Prof Kusnandi Rusmil. Foto: UNPAD

Prof Kusnandi menjelaskan, vaksinasi akan dimulai secara bertahap. Tentu butuh waktu untuk mencapai herd immunity.

Ya, herd immunity adalah kekebalan kelompok terhadap suatu virus. Kata Kusnandi, hal itu bisa tercapai apabila 70 persen populasi sudah pernah terkena corona atau juga sudah kebal karena vaksinasi.

Selama proses itu, taat protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

"Karena virus itu masih bisa menempel di tubuh kita, bahkan di baju kita juga. Nah, kita bisa jadi sumber penularan bagi yang lain, terutama bagi yang belum divaksin," ungkap Kusnandi.

  • Lalu, pertanyaan berikutnya, kapan kira-kira 70 persen proses vaksinasi itu selesai?

Dari roadmap yang disusun Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN), rencananya pemerintah akan memvaksinasi 107 juta orang. Mereka berusia 18-59 yang dinyatakan sehat.

Timeline vaksinasi di roadmap ini dimulai Desember 2020. Namun karena diproyeksikan mundur, mari kita berhitung kapan bisa hidup normal dari Januari 2021.

Untuk mencapai herd immunity, pemerintah harus menyuntikkan vaksin ke sekitar 74,9 juta orang. Angka ini didapat dari 70 persen dari total yang akan divaksin, yakni 107 juta orang.

Dari roadmap tersebut, pemerintah mencantumkan dosis yang dibutuhkan. Bukan jumlah orang yang akan disuntik.

Vaksin Sinovac dan Novavax yang rencananya akan dipakai di Indonesia menggunakan metode inactivated virus, jadi harus disuntik dua kali. Dengan begitu, berarti untuk mencapai herd immunity pemerintah butuh 149,8 juta dosis vaksin.

Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Berarti, dari roadmap itu pemerintah baru selesai menyuntikkan 143-an juta dosis pada kuartal 3 atau Juli hingga September 2021. Berarti, masyarakat Indonesia diproyeksikan bisa hidup normal tanpa masker dan menjaga jarak pada periode tersebut.

Tentu ini hitung-hitungan berdasarkan roadmap yang ada. Bisa lebih cepat, atau bisa lebih lambat. Tergantung vaksinasinya berjalan selancar apa, dan seberapa taat publik taat protokol kesehatan.

Ada juga kemungkinan, SARS-CoV-2 melemah sendiri kemudian menghilang. Seperti yang terjadi saat pandemi Flu Spanyol 1908.

Hal ini hampir cocok dengan apa yang disampaikan ilmuwan dunia pengembang vaksin Pfizer, Prof Ugur Sahin. Ia memprediksi manusia akan kembali ke kehidupan normal pada pertengahan tahun depan.

Ketika vaksin corona yang lebih ampuh melawan COVID-19 telah diproduksi dan didistribusikan ke seluruh dunia.

“Kita dapat kembali ke kehidupan normal pada pertengahan tahun depan,” kata Sahin.

sumber: detik.com