Siantar, Hetanews.com - Ditemukan banyak kesalahan  pengetikan pada laporan akhir pembahan RAPBD 2021. Praktisi hukum menganggap ini merupakan kesalahan fatal dan APH perlu melakukan pemeriksaan.

Adapun kesalahan yang ditemukan dalam print out yakni, pembiayaan daerah pada penerimaan ditulis Rp. 36.000.000.000 dan pengeluaran Rp. 7.200.000.000 hasilnya ditulis Rp 28.000.000.000. Sementara hasil penghitungan yang benar Rp 28.800.0000.000

Tidak hanya itu saja. Anggaran untuk PDAM Tirtauli yang di usulkan sebesar Rp 67 miliar, namun dalam penulisan dituliskan Rp 6,7 miliar.

Menanggapi persoalan itu, Praktisi Hukum Reinhard Sinaga, SH mengkritik soal kesalahan penulisan. Ia mempertanyakan kesalahan dalam pengetikan dan penjumlahan tersebut.

Menurut Reinhard, itu merupakan kesalahan fatal apalagi menyangkut keuangan pemerintah daerah. Ia pun meminta APH untuk menyelidiki laporan keuangan tersebut.

"Perlu dilakukan penyelidikan terkait laporan hasil pembahasan peraturan daerah tentang APBD 2021 ini," katanya kepada Hetanews dihubungi via telepon, Senin (23/11/2021) malam.

Menurut Pengacara asli Siantar ini, pertanggungjawaban keuangan daerah diatur pada PP No.56 thn 2005 tentang sistem informasi keuangan daerah. 

Kemudian PP No.8 Thn 2008 tentang pelaporan keuangan  dan kinerja instansi pemerintah, dan Peraturan Menteri dalam Negeri No.13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah. 

"Ini tidak boleh dianggap sepele. Pembahasan laporan akhir keuangan daerah harus dilakukan secara serius. Karena menyangkut keuangan daerah," katanya menambahkan.

Sebelum laporan RAPBD 2021 ini disahkan menjadi APBD 2021 melalui rapat paripurna X pada Senin (23/11/2020), sejumlah anggota DPRD Siantar interupsi. 

Mereka menyayangkan kesalahan penulisan karena  laporan tersebut akan dikirimkan ke Gubernur.

" Izin pimpinan, rapat ini dilihat masyarakat, kalau seperti ini laporannya sebaiknya redaksinya digantikan saja," kata salah satu anggota DPRD.

Akibatnya kesalahan tersebut, rapat penutupan APBD 2021 sempat di skors hingga 10 menit.

Baca juga: APBD 2021 Kota Siantar mengalami Defisit