Sergai, hetanews.com - Anggaran Dana Desa (DD) yang dikucurkan melalui Kementerian Desa, bersumber dari APBN ke seluruh desa di Indonesia, adalah untuk pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi masyarakat. 

Dalam pengerjaannya, juga sistem swakelola atau padat karya yang melibatkan masyarakat desa setempat (SDM lokal). Tujuannya, agar dapat langsung berkontribusi bagi peningkatan pendapatan warga desa.  

Namun kenyataannya, pembangunan insfrastruktur jalan lapen di Desa Gunung Kataran, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai, yang dibangun pakai Dana Desa tahun 2020, malah dikerjakan oleh "pemborong".

Pernyataan itu, diucapkan oleh Kaur Pemerintahan Desa Gunung Kataran saat dikonfimasi hetanews.com, di kantor Kepala Desa, Senin (23/11/2020) lalu, pukul 11.00 WIB.

Jalan lapen di Dusun 1 Desa Gunung Kataran yang sudah hancur lebur. (foto/dmk)

Baca juga: Baru Seumur Jagung, Proyek Lapen Gunakan DD di Desa Gunung Kataran "Hancur Lebur"

"Kerjaan lapen itu dikerjakan pemborong, Pak, jadi kami tidak tau menau Pak,  kami tidak tau siapa pemborongnya,"ucap Kaur Pemerintahan yang belakangan diketahui bernama Misniati. 

Ucapan Kaur Pemerintahan itu, seolah menjadi fakta peyebab "hancurnya" jalan lapen yang masih seumur jagung.

Sebab jika hal itu benar adanya, bukan tidak mungkin, pihak pemborong akan mengambil keuntungan, tanpa memikirkan kwalitas bangunannya. 

Diketahui, pembangunan lapen di Dusun 1 Desa Gunung Kataran tersebut, menghabiskan anggaran Dana Desa sekitar  Rp131.680.000 dengan volume 250 m X 3 meter.

Jalan lapen di Dusun 1 Desa Gunung Kataran yang sudah hancur lebur. (foto/dmk)