Simalungun, hetanews.com - Jefri Anggara (25), warga Huta III Hataran Jawa, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, didakwa belanja 0,40 gram sabu dari Kota Siantar. Dakwaan jaksa yang dibacakan dalam persidangan online, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (23/11/2020), dibenarkan terdakwa.

"Benar,"kata terdakwa singkat, di dampingi pengacara dari Posbakum saat ditanya tanggapannya tentang isi dakwaan jaksa.

Sehingga pengacara tidak mengajukan eksepsi dan persidangan siang itu, dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi.            

Menurut Jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH,  terdakwa Jefri, pada Selasa, 16 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 14.30 WIB, membeli sabu di Kampung Banjar Siantar dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BK 4008 TAD.             

Usai beli sabu seharga Rp 150 ribu, lalu terdakwa kembali menuju rumahnya. Ternyata di perjalanan, tepatnya di jalan rusak Pondok 8, Nagori Marubun Jaya, ia melihat ada polisi.

Lalu terdakwa meninggalkan sepeda motornya dan berlari ke areal kebun kelapa sawit milik PTPN IV Kebun Marihat.               

Kemudian, polisi melakukan pengejaran dan berhasil menangkap terdakwa, bersama barang bukti sabu dalam plastik kecil.

Jefri bersama barang bukti, diserahkan ke Polsek Tanah Jawa untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.               

Jaksa menjerat terdakwa, melanggar pasal 114 dan pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dua saksi polisi, Donald Tobing dan rekannya, membenarkan telah menangkap terdakwa dengan barang bukti sabu yang baru saja dibelinya. Keterangan saksi pun dibenarkan terdakwa.

Untuk pembacaan tuntutan jaksa, sidang dipimpin hakim, Roziyanti SH, ditunda hingga Senin mendatang.