Hetanews.com - Sempat diprediksi bakal mengalami kemunduran setelah beberapa pemain absen karena cedera dan Covid-19, Liverpool justru tampil dengan standar tim calon juara ketika menghadapi Leicester City.

Ya, Liverpool bukan tampil mengejutkan ketika menjamu Leicester melainkan menunjukkan performa layaknya pemburu gelar serius di Liga Inggris.

Mohamed Salah, Jordan Henderson, Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Thiago Alcantara, Joe Gomez, Rhys Williams, Alex Oxlade-Chamberlain merupakan sederet nama yang masuk ruang perawatan, namun The Reds tidak pincang. Daftar tersebut seolah hanya sekadar catatan absen saja bagi Jurgen Klopp.

Setidaknya lima nama pertama yang disebutkan di atas merupakan proyeksi pemain inti dalam situasi normal. Klopp kemudian bisa membuktikan Liverpool tidak memiliki ketergantungan.

Soal mental tanpa kecanduan akan satu pemain sudah diperlihatkan Liverpool ketika kehilangan Van Dijk yang merupakan jenderal lapangan belakang.

Liverpool's Roberto Firmino, center, shots on target during the English Premier League soccer match between Liverpool and Leicester City at Anfield stadium in Liverpool, England, Sunday, Nov. 22, 2020. (AP Photo/Jon Super)
Roberto Firmino mencetak satu gol ke gawang Leicester City sekaligus mengakhiri masa kering gol.

Tanpa Van Dijk, Merseyside Merah sudah membuktikan bermain solid dan rapat sebagai suatu kesatuan. Selain faktor permainan di atas lapangan, Klopp juga sebenarnya terbantu dengan kedalaman tim yang masih 'cukup aman'.

Sejak Van Dijk resmi tidak lagi jadi starter, Liverpool sudah memainkan tujuh pertandingan di seluruh kompetisi dan hanya kebobolan tiga kali serta mencatat empat clean sheet. Liverpool pun tidak pernah kalah dalam tujuh laga tersebut.

Posisi dan peran yang biasa dilakoni Van Dijk kini dihuni Fabinho. Sebagai serep, pemain Brasil berposisi asli sebagai gelandang itu memainkan peran apik.

Pemain-pemain pelapis lainnya pun mengikuti kebisaan Fabinho sebagai cadangan yang pantas. Dalam laga melawan Leicester City, James Milner, Joel Matip, Curtis Jones, Naby Keita, dan Diogo Jota, tampil dengan baik.

Di tengah, Keita, Wijnaldum dan Jones mampu meredam permainan agresif Youri Tielemans, Nampalys Mendy, Marc Albrighton dan James Justin.

James Maddison dan Harvey Barnes pun dibuat kehilangan suplai bola sehingga Jamie Vardy minim kesempatan. Leicester pun tidak bisa mencetak gol untuk kali pertama dalam tujuh laga terakhir.

Tokoh pemeran pengganti yang mendapat sorotan adalah Jota. Eks Wolverhampton Wanderers itu menjadi pelapis sepadan dari ketiadaan Salah. Yang menyenangkan pula bagi Kopites adalah kembalinya Roberto Firmino ke dalam daftar pencetak gol.

Firmino yang baru mencetak dua gol dari sembilan pertandingan, seperti menjadi orang yang tepat di waktu yang tepat untuk menegaskan bahwa Liverpool masih sangar kendati kehilangan beberapa pemain.

Liverpool's manager Jurgen Klopp, left, celebrates with Roberto Firmino, center, and Fabinho as they won the English Premier League soccer match between Liverpool and Leicester City at Anfield stadium in Liverpool, England. Saturday, Nov. 22, 2020. (Laurence Griffiths/Pool via AP)
Jurgen Klopp berada di musim yang tidak mudah bersama Liverpool. 

Jika musim ini dianggap ujian bagi Liverpool, maka anak asuh Klopp sudah menjalani awal tes dengan cukup baik. Sejauh ini konsistensi sang juara bertahan tampak tak perlu diragukan dan kesebelasan-kesebelasan lain yang mencoba merebut gelar dari Liverpool, seperti Tottenham Hotspur atau Chelsea, patut khawatir melihat situasi saat ini.

Liverpool punya harapan mempertahankan gelar. Jika melihat pekan depan saja, saat Tottenham dan Chelsea bertemu, maka ada kans Liverpool ke puncak klasemen.

Di saat yang bersamaan masalah pemain absen belum sepenuhnya menyingkir dari langit Anfield. Cedera Naby Keita pantas membuat Klopp menunjuk jadwal sebagai biang keladi penyebab tidurnya jadi tak tenang.

Klopp dituntut harus terus melakukan bongkar pasang yang tepat untuk memastikan Liverpool tidak tersungkur ketika berjalan dengan kondisi badan hampir separuh kolaps.

Setelah musim lalu ada anggapan Liverpool meraih gelar juara di saat para rival sedang limbung, saat ini mungkin saatnya pemilik 19 gelar Liga Inggris itu membuktikan bisa juara dengan cara yang dramatis dengan melewati berbagai ujian yang sulit.

Sumber: CNNindonesia.com