HETANEWS.COM

Vaksin Corona Dibuat Ngebut, Apa Tidak Berbahaya?

Vaksin Corona. Foto: BBC World

Washington, hetanews.com - Vaksin Corona dibuat dalam waktu cepat dibandingkan dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Apakah tidak berbahaya? Jawabannya adalah sama sekali tidak menurut pakar kesehatan terpandang ini.

Dr Anthony Fauci selaku National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat menegaskan tetap tidak ada kompromi soal keamanan atau integritas ilmiah dari vaksin Corona yang dalam proses rampung tersebut.

Seperti diberitakan, vaksin Corona dari Pfizer dan Moderna punya efektivitas di kisaran 90% melawan Corona sebagai kesimpulan sementara. Vaksin AstraZeneca juga disimpulkan efektif memicu respons imun di lansia. Vaksin lain pun saat ini sudah mulai tahap akhir pembuatan.

"Hal ini merupakan refleksi kemajuan ilmiah yang luar biasa dalam tipe vaksin tersebut yang memungkinkan kita melakukan hal-hal dalam hitungan bulan yang sebelumnya biasanya butuh waktu tahunan. Saya ingin menjawab kecemasan orang soal itu," cetus Dr Fauci.

Dikutip  dari Live Science, review vaksin Corona itu dilakukan oleh lembaga yang independen dan bebas dari keterkaitan pihak manapun. Di Amerika Serikat, perusahaan vaksin Corona lantas akan mendaftarkannya untuk keperluan darurat ke Food and Drug Administration (FDA).

FDA pun akan menelitinya kembali dengan sangat hati-hati sebelum memberikan izin pemberian vaksin Corona kepada publik.

"Jadi kita perlu menghentikan konsep bahwa ini semua terburu-buru. Ini sungguh solid," tegas Dr Fauci.

Di AS, vaksin Corona mungkin mulai dapat diberikan menjelang akhir tahun ini atau awal tahun depan. Negara lain termasuk Indonesia juga akan memberikan vaksin kemungkinan di rentang waktu yang sama.

Akan tetapi selama vaksin itu belum tersedia, warga harus senantiasa patuh pada protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga social distancing.

"Pertolongan vaksin Corona sedang dalam perjalanan. Tapi kita perlu memperketat lagi protokol kesehatan sembari menantikan pertolongan itu datang," saran Dr Fauci.

Sumber: detik.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan