HETANEWS.COM

Acara Rizieq Jadi Klaster Baru, Politikus PDIP: Pelajaran Mahal, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Warga di dua desa Kecamatan Megamendung menjalani rapid dan swab test pada Kamis (19/11/2020). Foto: Wartakotalive.com/Hironimus Rama

Jakarta. hetanews.com - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku prihatin munculnya kasus positif Covid-19 dari peserta acara Habib Rizieq Shihab di tiga tempat. 

"Ini menjadi pelajaran mahal kepada siapapun yang meremehkan dan abai terhadap protokol kesehatan, dengan tetap mengadakan kegiatan yang berkerumunan massa, kita lihat yang di test cuman berapa tapi yang positip sangat signifikat," kata Rahmad kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Rahmad mengapresiasi Satgas Covid-19 Pusat segera sigap mengkoordinasikan dengan Satgas di daerah, untuk melakukan inisiatif tracing terhadap para peserta di acara itu. 

"Kalau tidak segera ditracing bisa jadi ledakan dasyat saudara kita yang kena Covid di Jabodetabek," ucap politikus PDIP itu. 

Melihat kondisi tersebut, Rahmad mengimbau kepada siapa saja yang ikut acara Rizieq Shibab dan terdapat gejala mirip Covid-19, segera ke fasilitas kesehatan terdekat. 

"Yang jadi masalah bila banyak yang OTG (orang tanpa gejala), sehingga sulit terdeteksi dan menulari keluarganya dan lingkunganya," paparnya. 

"Untuk itu kepada siapapun yang habis acara apapun, yang ada kerumunan seperti kemarin untuk lebih waspada dan hati-hati dikeluarganya. Jangan sampai menjadi klaster acara kerumunan dan berujung jadi klaster keluarga, maupun lingkungann sekitar," sambung Rahmad. 

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan data soal pemeriksaan terhadap klaster kerumunan Habib Rizieq Shihab di beberapa titik acara.

Doni menyebut, data yang diterima oleh Satgas Covid-19 pada Kamis, 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang.

"Ada 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," kata Doni kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, Doni menyebut, data Jumat sore 20 November, hasil swab antigen untuk klaster Mega Mendung, Bogor adalah yang diperiksa 559 orang, yang positif ada 20 orang.  Laporan lain, kata Doni, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet.

Untuk itu, Doni Monardo berharap kerjasama semua komponen masyarakat di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten khususnya para Ketua RT dan Ketua RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga bagi yang kemarin ikut beraktivitas.

Mulai dari penjembutan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Mega Mendung, serta acara terakhir di Petamburan, kiranya dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada Ketua RT dan Ketua RW. 

"Pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini. Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silahkan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama," himbau Doni.

Sebagaimana diketahui selain melakukan penanganan terhadap pasien positif Covid-19 baik dengan gejala atau tanpa gejala, Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M yakni memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak.

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Oleh karena itu, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Sumber: tribunnews.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan