Washington DC, hetanews.com - Seorang jurnalis dan penulis biografi Timothy O'Brien untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal era-2000 mengatakan bahwa presiden merupakan "orang paling beruntung di muka bumi".

O'Brien pada Jumat (20/11/2020) berbicara kepada The AM Show, tepat setelah pengacara pribadi Trump Rudolph (Rudy) Giuliani mengatakan dalam jumpa pers bahwa ada bukti penipuan dalam pemilihan presiden AS.

Presiden AS saat ini memang telah memperjuangkan bukti bahwa dia adalah pemenang yang sah dalam pemilu 3 November melalui jalur hukum. Usai jumpa pers itu, O'Brien mengungkap bahwa Trump memiliki semacam keyakinan yang aneh bahwa dia tahu hampir semua hal tentang apa pun yang dia hadapi.

"Faktanya sebagian besar waktu yang ada dalam pikirannya adalah dia memikirkan tentang golf, tentang makanan, tentang uang, tentang seks, dan dia berpikir sangat sedikit selain itu," ungkap O'Brien.

Menurut jurnalis itu, Trump selalu memiliki lingkaran di sekelilingnya yang mampu membuatnya kebal dari kesalahan dan lolos dari berbagai hal.

“Dia [Trump] dilahirkan di dalam keluarga kaya dan kekayaan ayahnya menutupi ketidakmampuannya sebagai pelajar, termasuk dalam menghadapi sejumlah masalah seperti kebangkrutan ketika dia menjadi seorang pengusaha.

Lalu, di saat dia menjadi seorang selebritas dan dia mendapat ketenaran di sekitarnya yang memungkinkannya berperilaku layaknya seorang predator...."

"Kemudian dia menjadi Presiden Amerika Serikat dan dia mendapatkan semua rangkaian perlindungan hukum yang memungkinkannya untuk menginjak-injak beberapa pedoman konstitusi yang tidak tertulis.... Dan, sekarang dia mengobarkan perang di proses pemilihan AS hanya karena dia bisa."

"Saya pikir salah satu pelajaran [yang bisa dipetik] dari kehidupan Donald Trump adalah dia adalah orang paling beruntung di muka bumi. Meskipun dia mungkin telah menjadi seorang penipu terlama dalam sejarah modern, dia telah dilindungi dari konsekuensi itu selama beberapa waktu," ungkap O'Brien panjang lebar.

Dia juga menambahkan bahwa dia percaya Trump lebih percaya kepada dirinya sendiri daripada mengatakan yang sebenarnya. Menurut O'Brien, hal itu dikarenakan Trump ingin dunia percaya apa pun yang dia percaya tentang dirinya sendiri.

"Dia adalah pria yang bermasalah secara emosional dan psikologis yang tidak memiliki penyesalan seperti dilakukan orang-orang pada umumnya, tentang berbohong atau membesar-besarkan atau memutarbalikkan kenyataan demi keuntungannya sendiri," kata O'Brien.

Hal itu yang menurut O'Brien membantu Trump bertahan begitu lama sekaligus mengakui bahwa Trump memang telah menarik banyak pemilih AS.

Meski jujur terkejut karena orang seperti Trump yang dinilai tidak mampu, tidak disiplin, dan tidak berpikiran strategis ataupun punya kecerdasan dan bahkan punya sikap yang egois menjadi presiden, O'Brien mengatakan bahwa Trump adalah cermin dari kebutuhan dan kepentingan banyak kalangan.

“Namun, kita juga harus ingat bahwa dia adalah cerminan dari kebutuhan dan kepentingan banyak pemilih di AS, dan banyak masalah yang belum terselesaikan dalam ekonomi AS seputar kesetaraan pendapatan, perpecahan ras yang masih menghantui AS. Dia adalah puncak dari banyak proses sosial yang sangat intens."

Dia mengakui Trump adalah seorang komunikator yang baik, dan mengerti bagaimana cara menyampaikan pesan kepada audiensnya. Hal yang aneh tentang Trump adalah dia mungkin adalah seorang presiden yang terlalu blak-blakan di media sosial. Trump juga dinilai suka mengatur dibanding presiden lain.

Sumber: kompas.com