Simalungun, hetanews.com - Pasca kecelakaan beruntun yang melibatkan 12 kendaraan dan menewaskan 5 orang, di jalan Asahan, KM 4.5, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, banyak masyarakat penasaran dengan lokasi kecelakaan.

Amatan wartawan, di lokasi, Jumat (20/11/2020), dari pukul 13.00 - 14.00 WIB, ada beberapa pengendara yang memarkirkan kendaraannya untuk melihat lebih dekat lokasi kecelakaan maut itu.

Seperti halnya Hendro Simanjuntak, pasca viralnya kecelakaan maut tersebut, dia penasaran seperti apa lokasi penebar maut tersebut.

"Saya penasaran aja datang ke sini, kok bisa sampai kecelakaan beruntun sampai banyak kendaraan yang rusak, padahal jalannya rusak, apa truknya kecepatan 100 km per jam ya?,"kata Hendro.

Hendro mengutuk keras supir karena sempat melarikan diri, setelah 5 orang meninggal dunia.

"Di sini banyaknya pohon yang tinggi-tinggi, kok gak ditabrakkan aja ke situ, biar gak banyak korban, nampak kali supir ini selamatkan diri sendiri," katanya.

Rusmini (38) mengatakan, biasanya mobil yang lewat kecepatan 30-40 km per jam.

"Yang lewat sekarang 10-20 km per jam, mungkin karena banyak orang yang penasaran dimana lokasi tabrakan beruntun, karena kecelakaan ini, membuat warga Siantar - Simalungun heboh," kata Rusmini.

Menurutnya yang disalahkan disini adalah perusahaan, seharusnya sebelum berangkat, kendaraan dicek dulu, ada kerusakan atau tidak.

"Seandainya perusahaan rajin mencek kendaraan gak akan seperti ini keadaannya," ujarnya.

Dia pun berharap agar polisi bukan hanya menangkap supir saja, tetapi menutup perusahaan yang mempekerjakan si supir.

.