HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Polres Simalungun Tahan Pengusaha Pangkalan yang Tidak Miliki Plang dan Gudang Penyimpan Gas Elpiji

Polisi dari Reskrim unit Ekonomi saat meminta keterangan terhadap Jhonson Pemilik Pangkalan Elpiji di jalan Siantar Simalungun Batu 2o, karena tidak memiliki plang dan gudang, Rabu (13/5). (foto dani).

Simalungun, hetanews.com- Pemilik Pangkalan Jhonson Purba, di Jalan Siantar-Simalungun Batu 20, bersama dengan mobil pengangkut elpiji milik Pertamina dibawa oleh Polres Simalungun dari kesatuan Reskrim unit ekonomi, dikarenakan tidak memiliki papan plang dan gudang penyimpanan tabung gas elpiji, Rabu (13/5).

Seorang petugas polisi dengan berbaju biasa mendatangi pangkalannya, yang tidak jauh dari rumah tempat tinggalnya. Setelah memperkenalkan diri dari Reskrim unit ekonomi Polres Simalungun, meminta surat-surat ijin beroperasi pangkalan tersebut. Jhonson pun memberikan, namun ketika ditanya mana plang dan gudangnya, dia berkelit bahwa masih dalam pengurusan.

“Soal ijin gudang dan plang masih belum selesai hingga sekarang. Sudah lama kami urus namun hingga dengan saat ini belum juga selesai,” ungkap Jhonson kepada polisi tersebut.

Karena sudah menjadi ketentuan yang dituangkan oleh perda terbaru, terkait Usaha Pangkalan Gas Elpiji sebagai Subsidi Pemerintah, dan apabila tidak dapat dipenuhi oleh pengusaha pangkalan maka akan ditindak. Mobil truk elpiji milik pertamina dan Jhonson pun digelandag ke Mapolres Simalungun untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Tindakan yang dilakukan oleh Polres Simalungun untuk meminimalis karena keresahan yang terjadi di masyarakat, dimana mengalami kesulitan untuk mendapat gas elpiji, dan kalau ada maka dijual dengan harga yang mahal dan tidak sesuai dengan HET.

Penulis: dicky. Editor: ebp.