Simalungun, hetanews.com – Peristiwa kecelakaan maut kerap terjadi di jalan Asahan, Km 4,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Selain kecelakaan beruntun seperti yang terjadi pada tahun 2017 lalu (Kamis, 2/3/2017) dan pada Kamis pagi tadi (19/11/2020), sebelum – sebelumnya juga sudah sering terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa, di kawasan jalan Asahan itu.

Peristiwa – peristiwa “menyeramkan” itu, membuat masyarakat berpikiran “aneh – aneh” dan mengaitkan peristiwa itu dengan alam gaib.

Ungkapan – ungkapan rasa penasaran itu, disampaikan beberapa warga yang kerap melintas di jalan itu dan mengetahui beberapa peristiwa kecelakaan yang menelan korban jiwa, di kawasan jalan Asahan tersebut.

“Kan aneh aja, sudah dua kali truk kecelakaan di kawasan jalan ini dan katanya karena remnya blong. Apa mungkin sopirnya tidak tahu kondisi truk yang dikendarainya? Karena pasti sudah sopir lama, makanya dipercayai bawa truk sebesar itu,”ungkap salah seorang warga Siantar, J Saragih (34).

Saragih yang juga terjun ke lokasi truk yang menabrak sejumlah mobil dan pengendara sepeda motor tersebut, menganggap jalan Asahan tersebut angker, apalagi sudah banyak orang tewas mengenaskan, akibat kecelakaan di kawasan itu. 

Baca juga: Kecelakaan Maut Pagi Tadi, Ingatkan Kita Kejadian Tahun 2017 Lalu di Depan Kampus UISU, Peristiwanya juga di Hari Kamis!

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Maut Makan Banyak Korban Di Jalan Asahan Siantar Depan PN Simalungun

“Apalagi kalau malam hari kita lewat dari kawasan jalan Asahan, pasti mendadak muncul rasa takut dan cemas yang tak karuan,”ujarnya.

Di sisi lain, katanya, kondisi jalan Asahan tersebut juga perlu diperhatikan pihak Pemerintah karena masih banyak yang berlobang, bergelombang dan jalannya tergolong sempit.

Sehingga kalau ada truk yang rem blong, maka kendaraan lainnya tidak tahu mau lari kemana, sakin sempitnya, ujarnya.

Benarkah kawasan jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun tersebut angker, seperti diasumsikan sebagian masyarakat?  

Benarkah kawasan jalan Asahan itu ada “penunggunya”? Ayo, siapa yang bisa ungkap faktanya?