HETANEWS.COM

Kecelakaan Maut Pagi Tadi, Ingatkan Kita Kejadian Tahun 2017 Lalu di Depan Kampus UISU, Peristiwanya juga di Hari Kamis!

Truk pengakut kayu balok yang diamankan di lokasi kejadian, depan Kampus UISU, alan Asahan, di Km 4,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, pada Kamis (2/3/2017).

Simalungun, hetanews.com – Kamis pagi tadi (19/11/2020), masyarakat dihebohkan peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan 5 orang di lokasi kejadian, tepatnya di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Menurut keterangan pihak Kepolisian yang turun ke lokasi, peristiwa itu diduga akibat truk yang remnya blong hingga lajunya tak terkendali dan akhirnya menabrak sejumlah mobil dan sepeda motor.

Dan menurut warga sekitar lokasi kejadian, truk tersebut melaju dengan kencang dari arah Siantar menuju Perdagangan. Kasus kecelakaan ini telah ditangani pihak Satlantas Polres Simalungun dan sopir truk yang sebelum sempat lari, kini telah menyerahkan diri.

Dan sebagai catatan redaksi, peristiwa tabrakan beruntun juga sudah pernah terjadi di Jalan Asahan, di Km 4,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tepatnya di depan kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta UISU, pada tahun 2017 lalu.

Kejadiannya juga pada hari Kamis (2/3/2017), dan kejadian itu menyebabkan 2 orang tewas dan puluhan penumpang terluka.

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini melibatkan 1 unit truk pengangkut kayu balok tanpa muatan yang menabrak 3 unit mobil angkutan kota (angkot) merk CV Bandar Jaya (2 unit) dan GMSS (1 unit).

Korban yang tewas diketahui Parsaoran Pasaribu (43), supir angkot GMSS, warga Rambung Merah, Kecamatan Siantar dan salah seorang penumpang Marlina Sihotang (60).

Sementara puluhan penumpang dari ketiga angkot, mengalami luka-luka dan dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit (RS) di Kota Siantar yakni, Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), RS Tentara dan Rumah Sakit Horas Insani (RSHI). Data yang dihimpun wartawan, para penumpang ada yang menjalani rawat inap dan rawat jalan.

Salah seorang guru SMA UISU, Ahmad Bakti Nasution yang ditemui wartawan saat itu, di RSVI  menuturkan, usai terjadi kecelakaan tragis tersebut, sejumlah korban yang mayoritas pelajar, langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Dengan keadaan panik, kami panggil angkot yang lewat, mobil pribadi dan ambulance,” paparnya.

Belum diketahui pasti jumlah pelajar SMA UISU yang mengalami luka berat maupun luka ringan. Namun Bakti memperkirakan, jumlah pelajar yang sudah dibawa ke beberapa RS sebanyak 12 orang siswa.

Kondisi angkot yang ringsek setelah tertabrak truk di Jalan Asahan Km 4,5 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (2/3/2017). Kecelakaan beruntun itu terjadi saat truk tanpa muata melaju kencang menabrak 2 unit angkot Bandar Jaya yang menunggu penumpang di pinggir jalan dan menubruk angkot GMSS yang meluncur dari arah berlawan.(foto: Lazuardy Fahmi)

"5 orang sudah dirawat di RSVI, 5 orang di RSHI dan sebagian lagi di RS Tentara," imbuhnya, serya menambahkan siswa bernamaTaufik, Maulana dan Dwi mengalami luka yang cukup serius. “Para siswa itu menjerit jerit. Pastinya ada yang mengalami patah kaki dan tangan ada. Untuk korban meninggal dunia kita belum tau," kata Bakti.

Di RSVI, tampak beberapa korban kecelakaan  masih ditangani di Ruang ICU. Selain pelajar, diketahui beberapa orang dewasa juga turut mendapat perawatan medis.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Maut Makan Banyak Korban Di Jalan Asahan Siantar Depan PN Simalungun

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Jalan Asahan Tewaskan 2 Orang dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

Sementara korban Marlina Sihotang seorang ibu rumah tangga (IRT) yang meninggal di RSVI telah dibawa ke rumah duka.

Berikut nama korban kecelakaan yang ditangani di RSVI: Mitro Simon Haloho (19), Dwi Wardiah (12), Eka Wahyuni Ningsih (16) Taufik Hidayat (12) Maulana Safi (14), Siti Nuranjani Sinaga (14), David Hamongan Nababan (13) Nabila

Elfitriana, (14) Fitri Yanti Harahap (34) Charles Bronson Sinambela (36) salah satu supir, Sabila Riski Nabila (12), Nijar Wandira (16), Dewi Maisyara (14) dan Juntri (30).

Berdasarkan data yang diterima dari pihak RSHI, Jalan Medan, diketahui ada 6 korban yakni Romasi Situmorang, Yossy Regina Octavia, Nurazmi, Ayu Widia Astuti, Amelia Putri dan Umairina. 

Supir angkot GMSS Parsaoran Pasaribu yang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga dievakuasi ke RSHI. “Saya lihat kondisi abang saya kakinya sudah hancur,” sebut saudara perempuan dari Parsaoran.

Berdasarkan penuturan teman korban, bahwa Parsaoran sebelum meninggal sempat bercerita ingin membeli tanah. “Dia (korban) mau beli tanah, harusnya hari ini diberikan uang muka (DP) sebesar Rp 2 juta,” sebutnya. 

Lanjutnya, jika anak korban sempat memiliki firasat terhadap pria yang akrab dipanggil Pak Artur itu. “Tadi malam anak korban mimpi orang itu pergi ke gereja, hanya bapaknya enggak ikut,” paparnya.

Rencananya korban langsung dibawa ke rumah duka di Rambung Merah Gang Sosial. Direncanakan apabila kondisi jasad semakin parah maka korban kemungkinan, Jumat (3/3/2017) akan dikebumikan.

Sementara 2 korban lagi yakni Sri Rahayu Silalahi (14) warga Tiga Dolok dan Yudha Syahputra (13), warga kompleks Asrama Korem 022/Pantai Timur dirawat di RS Tentara.

Kasat Lantas Polres Simalungun yang saat itu dijabat AKP Sonny menuturkan, pihaknya masih melakukan lidik, sehingga belum bisa menjelaskan kronologis kejadian. Sementara supir truk sudah diamankan untuk dimintai keterangannya, termasuk para saksi.

Atas peristiwa itu, polisi menetapkan supir truk logging (kayu), Suriono (47) sebagai tersangka pada kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut itu yang  menewaskan 2 orang warga, Kamis (2/3/32017).

Kasat Lantas Polres Simalungun, melalui Kanit Laka yang saat itu dijabat Iptu J Silalahi menuturkan,warga Jalan Huta I  Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, ini melanggar pasal 310 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

"Statusnya (sopir truk) sudah tersangka," katanya dari seberang telepon, Jumat (3/3/2017).

Peristiwa kecelakaan beruntun itu terjadi persis di depan Sekolah Tinggi Agama Islam - Universitas Islam Sumatera Utara (STAI-UISU) yang melibatkan 4 unit kendaraan.

Dijelaskannya, sesuai pengakuan sang sopir truk kecelakaan itu disebabkan rem truk mendadak tidak berfungsi. "Pengakuannya karena rem blong ketika hendak mendahului kendaraan (mobil) didepannya," tambahnya.

Penulis: gun. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan