Medan, hetanews.com - Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan pandemi COVID-19 belum usai. Namun, dia mengklaim penyebaran virus Corona di Sumut mulai terkendali.

"Kondisi COVID 19 belum usai, dan saat ini kondisi di Sumatera Utara cukup dapat terkendali. Jadi posisi saat itu kita ada sampai 250-260 per hari yang terkonfirmasi. Nah sekarang sudah menurun sampai kepada 70-75, kemarin naik sedikit menjadi 85. 14.000 (kasus) sekian yang kita terkonfirmasi," kata Edy di Medan, Kamis (19/11/2020).

Edy juga menilai angka kesembuhan pasien positif Corona di Sumut cukup baik. Namun, dia menilai angka kematian pasien positif Corona di Sumut juga masih tinggi.

"Nilai kesembuhan kita cukup baik, sampai 82%. Nilai kematian kita yang cukup tinggi, 4%," ucapnya.

Dia meminta warga mematuhi protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penyebaran COVID-19. Edy berjanji menindak tegas siapa pun yang melanggar aturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Siapa pun yang tidak melakukan protokol kesehatan saya akan tindak tegas. Kenapa? Karena kita menyayangi rakyat Sumatera Utara kita," tuturnya.

Edy mengatakan protokol kesehatan ini sudah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Gubernur (Pergub). Dalam aturan itu, ada sanksi denda hingga penindakan disiplin.

Edy juga mengancam akan membubarkan setiap kegiatan yang membuat kerumunan. Pembubaran itu dilakukan melalui patroli yang dilakukan pada siang ataupun malam hari oleh personel gabungan.

"Kalau ada kegiatan yang membuat dampak dari COVID-19, ini akan kita bubarkan. Kita tidak diperbolehkan apa pun bentuknya, malam hari, siang hari, kita melakukan patroli bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut," jelasnya.

Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, mengatakan pihaknya ikut dalam patroli. Dia menegaskan semua kegiatan yang tak sesuai protokol kesehatan bakal dibubarkan.

"Saya tegaskan, kami tidak ingin ada membuat keramaian, kerumunan orang yang melanggar protokol kesehatan dalam rangka penanangan Corona virus. Apa pun yang terjadi kerumunan kami akan lakukan pembubaran dengan tegas," kata Martuani.

Sumber: detik.com