Siantar, hetanews.com - Rapat pembahasan RAPBD 2021 oleh Komisi II dengan mitra kerja PD PHJ di ruang komisi II DPRD Siantar tidak menemui solusi. Komisi II menuding PDPHJ melecehkan  wakil rakyat hingga minta legitimasi utang Rp 10 Miliar.

Dinamika rapat memanas saat muncul pernyataan Badan Pengawas PDPHJ Junaidi Sitanggang kepada Wakil Ketua Komisi II Ferry SP Sinamo, saat rapat berlangsung, Kamis (19/11/2020).

Junaidi menyebut kedatangan PDPHJ ke Komisi II DPRD hanya untuk memenuhi undangan dewan saja. Pernyataan itu membuat geram anggota Komisi II.

"Kedatangan kami kesini karena kami bermitra dengan komisi II, kalau ibu bilang ini untuk mempercepat, kami disini hanya memenuhi undangan sebagai mitra komisi II," kata Junaidi.

Fery Sinamo merasa kesal dengan perkataan Junaidi. Fery menganggap komisi II telah dilecehkan. Menurut Ferry, seharusnya kedatangan rombongan PDPHJ menyampaikan program kerja perusahaan tahun 2021.

"Apa bapak bilang, kami hanya memenuhi undangan? Ini lembaga resmi, anda menyatakan seperti itu? Ku ingatkan saudara, sebagai ASN di kota ini, jangan anggap enteng ini," sahut Ferry kepada Junaidi.

Sementara Ferry menilai kedatangan PDPHJ ke komisi II untuk melegitimasi kerugian PDPHJ yakni utang dan penyertaan modal tanpa ada terobosan baru di tahun 2021.

" Mereka datang ke sini tidak mempunyai program kerja, dia hanya datang untuk menyampaikan melegitimasi kerugian PDPHJ kepada DPRD Rp 10 miliar lebih, dan hanya itu tujuan mereka datang kesini," kata Fery.

Masih kata Politisi PDIP ini berkas yang diajukan direksi  PDPHJ tidak punya legalitas karena tsatupun Direksi menandatangani berkas tersebut.

Hal senada juga diungkap Anggota Komisi II Suhanto Pakpahan. Menurutnya kedatangan PDPHJ hanya menimbulkan masalah tanpa solusi.

" Mereka ini adalah Perusahaan Daerah, seharusnya orang-orang yang ditempatkan jadi direktur harusnya sudah tahu tupoksi masing-masing salah satunya adalah membuat terobosan," Kata Suhanto.

Dilain sisi, Hetanews mencoba menghubungi salah satu Direksi PDPHJ untuk meminta konfirmasi lebih lanjut. Namun hingga berita ini diturunkan  Direksi yang dihubungi belum memberikan respon.