Siantar, Hetanews.com - Ranperda inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) sempat menyisakan pertanyaan, bagi sejumlah pengamat kebijakan publik apalagi pengusaha.

Menjawab itu Ketua BPP DPRD Siantar, Astronout Nainggolan menjelaskan Ranperda CSR atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan [TJSLP] sudah ditetapkan sebelumnya dalam Peraturan Walikota [Perwa].

Melalui Ranperda CSR, menurut Astronout dapat memperkuat Perwa CSR itu sendiri.

Baca juga: Tentang Ranperda CSR, DPRD Jangan Labrak UU PT

Masih kata Anggota DPRD yang duduk di Komisi III ini, dalam Ranperda CSR turut diatur pembentukan forum yang diisi oleh eksekutif, legislatif dan pihak swasta dalam hal ini pengusaha.

“Sebelumnya kan sudah diatur dalam perwa, tapi kita kan memberikan penguatan dengan bobotnya kita angkat menjadi Perda dan akan kita atur lebih detail lebih spesifik lagi,” kata Astronout ditemui di halaman kantor DPRD Siantar, Selasa (17/11/2020).

“Penguatannya agar dana CSR itu penggunaan dan bentuknya diatur didalam suatu forum yang mengatur. Nantinya kan Perda CSR ini akan melahirkan, mengamanatkan lahirnya satu forum," katanya menambahkan.

Baca juga: DPRD Rancang Perda CSR Dan Bentuk Forum

Ranperda Inisiatif ini merupakan usulan DPRD Kota Siantar. Astronout menjelaskan bahwa dua Ranperda yakni Cagar Budaya dan CSR dapat sejalan dilakukan pembahasan pada 26 November 2020 mendatang.

DPRD Kota Siantar, kata Astronout, berharap kedua Ranperda tersebut bisa disahkan menjadi Perda tahun 2020.

"Kita harapkan di tahun ini disahkan. Ini sudah dijadwalkan, sudah disetujui dibahas di paripurna pembahasannya. Kita lanjut sesuai jadwalnya untuk proses pembahasan, lanjut ke pengesahan," tutup politisi PDIP ini.

Baca juga: Sesat Pikir Ranperda CSR, Siantar Jangan Sampai Meniru