Simalungun, hetanews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora dan sejumlah pejabat lainnya, di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan beberapa Camat, dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Mixon Cs diduga melakukan kampanye dan mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

Laporan disampaikan oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (GEMAPSI), Senin (16/11/2020), lalu.

Ketua GEMAPSI, Anthony Damanik SP mengatakan, laporkan yang dilayangkan pihaknya, sesuai surat Nomor: GEMAPSI/O97/Lap/ASN/XI/Sml.

“Sudah kita laporkan, dan sudah diterima staf di Kemendagri dan KASN,” ujarnya kepada wartawan, pada Selasa (17/11/2020) pagi tadi, pukul 09.30 WIB.

Diterangkan Anthony, berdasarkan bukti yang mereka miliki, para ASN di Kabupaten Simalungun sepertinya terstruksur dan sistematis, diperintahkan untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Laporan pengaduan GEMAPSI ke Kemendagri dan KASN.

Kuat dugaan, perintah tersebut dari Bupati Simalungun saat ini, demi memenangkan saudara kandungnya, Anton Achmad Saragih yang berpasangan dengan Rospita Sitorus atau paslon nomor urut 4, di Pilkada 2020.

Masih kata Anthony, pemanfaatan ASN untuk memenangkan salah satu paslon, diduga kuat sudah mengakar hingga ke golongan terendah.

Padahal, menurut ketentuan undang-undang dan aturan, ASN dilarang berpolitik praktis.

Seperti di dalam Pasal 71 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, yakni pejabat negara, pejabat daerah, pejabat Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/Polri dan kepala desa atau sebutan lain seperti lurah, dilarang membuat keputusan dan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

“Kami berharap Mendagri, KASN, dan Pejabat Pembina Kepegawaian, mengambil langkah tegas dan cepat serta memberikan sanksi tegas kepada para ASN yang melanggar,” tukasnya.

Hal tersebut, lanjut Anthony, demi kualitas Pilkada yang bersih, jujur, dan adil.