Medan, Darrel.id – Bawaslu kota Medan melayangkan panggilan terhadap calon Wakil Walikota Medan Nomor urut 1, Salman Alfarisi karena diduga melakukan kampanye di rumah ibadah.

Sebelumnya , dugaan pelanggaran kampanye yang ditemukan Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Medan Sunggal. Dalam hal ini, Salman disebut berkampanye di Masjid Al Irma, Jalan Rajawali, Medan Sunggal pada Rabu, 11 November 2020.

Selain berkampanye langsung secara verbal, disebutkan pula adanya pembagian bahan kampanye berupa brosur atau selebaran yang memuat visi-misi paslon nomor urut 1 itu. Video pembagian brosur di dalam mesjid ini tersebar luas di media sosial.

Salman Alfarisi mengaku telah menerima surat undangan klarifikasi dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Medan. Ia selanjutnya menjelaskan duduk persoalan yang terjadi.

Dia menyebutkan persoalan yang menyebabkan dirinya dilaporkan ke Bawaslu adalah ketika ada selebaran atau APK (Alat Peraga Kampanye) yang dibagikan kepada jamaah masjid saat dirinya sedang ceramah.

Ia memastikan bahwa pria yang membagikan selebaran APK itu bukan bagian dari tim kampanye paslon AMAN (Akhyar-Salman).

"Saya tidak kenal siapa yang bagikan selebaran itu. Pihak BKM (Badan Kenaziran Masjid) bilang kalau pria itu yang suka membagikan tabloid di masjid. Waktu mulai dibagikan, tim saya sudah mengingatkan bahwa tidak boleh hal itu dilakukan, karena melanggar aturan,” ucapnya

Rupanya sebelum diberikan peringatan, selebaran sudah sempat dibagikan ke jamaah.  Saat itu ada yang mendokumentasikan baik foto dan video.

Padahal saat itu, Salman memastikan pria tersebut bukan hanya membagikan selebaran milik paslon 01. Tapi, juga ada selebaran paslon 02, Bobby Nasution-Aulia Rachman.

"Tapi yang difoto kemudian di dalam foto itu hanya ada wajah saja. Seperti di framing. Padahal yang sebelah juga ada, " bilangnya.

Duduk persoalan ini, lanjut Salman akan dijelaskannya saat memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Medan. "Saya itu ceramah/ngisi pengajian jauh sebelum mencalonkan diri. Jadi ini kegiatan sehari-hari, saya juga tahun dan taat akan aturan, " ucapnya

Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap mengakui pihaknya memanggil Salman untuk mengklarifikasi laporan Latifah Hanum.

"Salman kita undang untuk diberikan kesempatan klarifikasi," katanya. (sat)