Italia, hetanewsccom - Valentino Rossi senang betul bisa menyentuh garis finis lagi di MotoGP Valencia, Minggu (16/11). Setelah melewati drama yang membuatnya gagal meraih poin.

Pada balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Valentino Rossi start dari posisi 16. Franco Morbidelli menjadi pebalap terdepan dengan torehan waktu 41 menit 22,478 detik, sedangkan Rossi finis di posisi 12 dengan tambahan waktu 19 detik lebih lambat dari rekan setimnya di Petronas Yamaha SRT tahun depan itu.

Pebalap berusia 41 tahun ini sudah absen enam kali tanpa menyentuh garis finis. Kini meski mampu menyelesaikan balap di luar 10 besar, Rossi sudah merasa bersyukur.

"Saya tidak pernah begitu bahagia untuk posisi ke-12. Kami akhirnya menyelesaikan balapan dan itulah yang dibutuhkan. Sejujurnya saya berpikir bahwa pada level ini, untuk kembali melakukan yang terbaik, Anda harus melakukan langkah demi langkah," ungkap Rossi kepada Sky Sport, Senin (16/11/2020).

Seperti diketahui Rossi melewati balapan di MotoGP Eropa 2020 dengan motor mogok. Padahal itu adalah momen comeback The Doctor setelah absen dari dua race sebelumnya. Ia terinfeksi Corona, dan tak bisa balapan pada dua seri yang dihelat di Aragon.

"Minggu lalu (MotoGP Eropa) saya mengalami lebih banyak masalah, saya berharap bisa menyelesaikan balapan, malah rusak setelah beberapa lap. Hari ini, bagaimanapun, saya berhasil menyelesaikannya. Kami selalu berjuang dengan cengkeraman sepanjang akhir pekan. Kami mencoba melakukan sesuatu, dan saat balapan selalu seperti itu," jelas Rossi.

Yamaha memang jadi pabrikan yang sering menang di MotoGP 2020. Tapi Rossi menyadari kalau pabrikan berlambang garpu tala ini tidak konsisten. Masalahnya ada pada mesin, dan penggunaan ban baru yang belum nyetel dengan YZR-M1.

"Masalah kami adalah bahwa mesin kami agak rapuh dan tidak terlalu cepat. Kemudian kami sedikit menderita dengan cengkeraman di punggung. Menurut saya, dengan ban baru ini kami belum memahami sesuatu."

"Yamaha adalah salah satu yang menang lebih banyak, tetapi kami tidak konsisten antara satu balapan dengan lainnya, dan antara pembalap dan pembalap lainnya. Morbidelli menjalani musim yang hebat, tahun lalu dia menderita karena memiliki Quartararo, tapi dia bereaksi dengan menjadi lebih kuat," simpul Rossi.

sumber: detik.com