Simalungun, hetanews.com - Dua warga Siantar yang beralamat di jalan Medan Km 4,5 M, yaitu, Budi Pratama als Budi (24) dan Fadlin Azmi Marhardika als Dika (29), terbukti melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor). Budi divonis 4 tahun penjara, sedangkan Dika, divonis 3 tahun, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (16/11/2020).         

Vonis hakim yang diketuai Roziyanti SH tersebut, konform (sama) dengan tuntutan jaksa, Devica Octaviniwaty.

Para terdakwa dinyatakan  terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) atau melanggar pasal 363 (1) ke-4 KUH Pidana.          

Hal yang memberatkan para terdakwa, karena Budi Pratama merupakan residivis dalam kasus yang sama. Budi Pratama, divonis 3 tahun penjara, pada Agustus 2017 karena mencuri batere mobil. Perbuatan itu dilakukan bersama Dika. Hanya saja, Dika tidak tertangkap dan menjadi DPO.           

Setelah bebas menghirup udara segar, Budi kembali melakukan aksi pencurian, bersama Dika. Curanmor itu dilakukan pada Senin, 22 Juni 2020 lalu, di depan rumah saksi korban, Pandang Elselina Siahaan, warga Huta Pane, Kecamatan Panombean Pane Simalungun, pukul 17.00 WIB.            

Keduanya berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Verza putih, BK 4074 TAZ dan dijual kepada Pak Cinta (DPO) seharga Rp2.5 juta. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian hingga Rp20 juta.            

Pencurian itu, telah direncanakan Budi, di salah satu warung, di jalan Medan saat bertemu dengan Dika, di warung tersebut.

Keduanya berangkat menuju Pane dengan mengendarai Jupiter MX BK 3122 WAE. Saat melintas, mereka melihat sepeda motor korban yang sedang parkir, di depan rumah dengan kunci kontak menempel.            

Budi Pratama langsung mendekati sepeda motor dan  membawanya ke arah Siantar. Sedangkan Dika, mengendarai Jupiter dan mendapatkan hasil penjualan sepeda motor tersebut.