Siantar, Hetanews.com - Jelang Pilkada Siantar 9 Desember 2020 mendatang, warga mulai ramai menyuarakan pilihannya terhadap kolom kosong. 

Kolom kosong hadir sebagai pilihan lain selain Paslon tunggal. Sebagaimana diketahui Asner Susanti satu satunya calon kepala daerah yang diusung Parpol di Pilkada Siantar 2020.

Selain koalisi relawan masyarakat kolom kosong [Kawan Mas Koko], hadir .relawan silaturahmi kolom kosong kota Siantar disingkat RESIKKO. 

RESIKKO dan Kawan Mas Koko punya tujuan sama. Sama sama memilih kolom kosong sebagai pilihan lain merespon Paslon tunggal.

Faisal Siregar dari RESIKKO menjelaskan, pihaknya turut andil mensukseskan Pilkada dengan ikut memberikan hak suara. 

Menurut Ketua BKPRMI ini, menyuarakan kolom kosong sebagai pilihan dilindungi undang-undang.

"Selanjutnya peraturan PKPU No 8 tahun 2017 memperbolehkan adanya sosialisasi kolom kosong dan itu juga bentuk dari sebuah demokrasi," kata Faidil melalui pesan yang diterima Hetanews, Kamis (12/11/2020) Malam.

Baca juga: Tolak Politik Uang Dukungan Koko Bertambah

Masih kata Faidil, warga berdaulat penuh menentukan pilihan. Baik kolom kosong maupun Paslon tunggal.

Faidil menjelaskan, RESIKKO sekaligus memberikan pembelajaran politik yang dimana masyarakat berdaulat penuh menentukan pilihannya sendiri sebagai bagian demokrasi.

RESIKKO kata Faidil,  sudah membentuk kepengurusan yang dipimpin oleh  koordinator di tiap kecamatan.

"Bentuk kepengurusannya sih sederhana saja, ada Penasehat, Ketua, Humas, dan terakhir Koordinator di masing-masing kecamatan tadi," terang Faidil,

Dilain sisi, Ketua Presidium Kawan Mas Koko, Horas Sianturi merespon baik hadirnya RESIKKO. Menurut Horas itu merupakan ungkapan hati masyarakat.

Ia menilai informasi dan sosialisasi tentang Kolom Kosong oleh KPU dan Bawaslu sangat minim. 

Menurut Horas, munculnya RESIKKO menjadi pukulan keras bagi penyelenggara pemilu. Masyarakat akhirnya terpanggil untuk mengejar pemahaman tentang kolom kosong itu sendiri.

"Ini pukulan bagi KPU, sampai masyarakat yang jemput bola loh yang dimana seolah-olah KPU tidak punya nilai untuk mensosialisasikan Kolom Kosong. Kalau hanya satu dua kali itu namanya bukan sosialisasi," tutup Horas.

Baca juga: Bawaslu: Garam Relawan Kolom Kosong Bukan Pelanggaran