Simalungun, hetanews.com - Joni Risky (23), warga Kampung Sri Rahayu Lumban Gorat, Kecamatan Dolok Panribuan, didakwa mencuri 70 tandan buah sawit (TBS) milik PTPN IV Kebun Marihat. Perkaranya disidangkan secara online, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (12/11/2020).         

Menurut jaksa Ade Jaya Ismanto SH, pencurian itu dilakukan terdakwa, pada Kamis, 30 Juli 2020 lalu, pukul 03.00 WIB, di Blok 10 N Afdeling IV PTPN IV Kebun Marihat.

Terdakwa dan dua orang lagi yang masih buron yakni Alex Karmino dan Rucci, merencanakan pencurian tersebut, di rumah terdakwa.

Kemudian, Alex menyiapkan senter kepala dan Rucci menyiapkan pisau egrek bergagang fiber. Dengan menyeberangi Sungai Manigom, terdakwa dan temannya masuk ke areal perkebunan dan mengegrek tandan buah sawit sebanyak 70 tandan.

Ketika hendak melangsir sawit yang sudah diegrek, ternyata 2 orang TNI selaku Papam dan dua Satpam yakni Pangasian Siringoringo dan Pahala Sitorus, menangkap terdakwa. Sedangkan dua temannya berhasil melarikan diri.

Akibat perbuatan terdakwa, pihak perkebunan mengalami kerugian Rp 700 ribu lebih.

Perbuatan terdakwa, dijerat pasal 111 dan pasal 107 UURI No 39 tahun 2014 tentang perkebunan jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.                

Dakwaan jaksa tersebut, dibenarkan terdakwa dan todak keberatan. "Benar yang mulia," kata terdakwa saat ditanya hakim tanggapannya terkait dakwaan tersebut.

Berhubung saksi belum ada yang hadir, sidang dipimpin ketua majelis hakim, A Hadi Nasution SH, dibantu panitera, Amriyata SH, ditutup dan dibuka kembali pada Kamis pekan depan.