Bali, hetanews.com - Viral video perkelahian dua remaja putri disaksikan oleh sekelompok remaja lainnya. Polisi mengatakan peristiwa itu terjadi di GOR Mengwi, Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Kasubag Polres Badung Iptu Oka Bawa mengatakan kejadian berawal ketika remaja putri yang mengenakan baju hitam menantang remaja putri lain yang bercelana jins dan berjaket biru. Namun, perempuan bercelana jins tidak meladeni. Tampak remaja lainnya malah meneriaki mereka.

Kasus itu dilaporkan oleh korban yang berinisial LD (16). Sementara yang dilaporkan berinisial NV (15). "Akibat kejadian itu, korban merasa sakit pada belakang telinga sebelah kanan," kata Iptu Oka, Selasa (10/11).

Lewat laporan tersebut polisi telah mengamankan NV untuk dimintai keterangan. Oka mengungkapkan kronologi kejadian tersebut pada Senin (9/11) sekitar pukul 12.00 Wita. Korban dijemput oleh saksi Kiara ke rumahnya.

Pukul 13.00 WITA, saksi Kiara ditelepon oleh NV agar mengajak korban LD ke Alas Kedaton. Namun, sampai di Alas Kedaton terjadi keributan antara korban LD dan pelaku NV.

Tak lama kemudian, korban diajak ke GOR Mengwi oleh NV dan diikuti boleh beberapa teman pelaku. Setiba di lapangan, korban langsung diajak ke tribun atas GOR. Saat di situ terjadi lagi cekcok mulut antara korban LD dan NV yang disaksikan oleh banyak teman NV.

Selanjutnya, NV menendang telinga kanan korban sebanyak satu kali dengan kaki kiri yang disaksikan secara beramai-ramai oleh teman NV.

"Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadiannya ke Polsek Mengwi guna penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

Dari hasil interogasi, NV mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap korban di tribun atas GOR Mengwi dengan menendang ke arah telinga korban dengan kaki kiri.

"Adapun yang melatarbelakangi melakukan penganiayaan yaitu ada kesalahpahaman antara korban dan (NV)," ujarnya.

Selain itu, NV mengaku jengkel karena kesalahpahaman dari chating atau percakapan melalui media sosial sebelumnya. Namun, Oka enggan menjelaskan percakapan apa yang dimaksud.

"Saat ini masih sidik. Nanti akan diinfokan lagi perkembangannya," ujar Iptu Oka.

Sumber: merdeka.com