Medan, hetanews.com - Beredar video menunjukkan pencurian anjing di Kota Medan. Video itu kemudian viral di media sosial karena saat melakukan aksinya, pelaku diduga meracuni anjing itu terlebih dahulu.

Dalam video itu, terlihat ada dua orang pria mendatangi sebuah rumah. Mereka sempay melempar sesuatu ke dalam rumah. Diduga benda yang dilempar adalah makanan anjing yang sudah diberi racun.

Setelah itu, ssalah seorang pelaku yang memakai topi masuk ke dalam gerbang dan mengeluarkan seekor anjing yang diduga sudah mati.

Karena tak mampu menggendongnya, pria itu menyeretnya di aspal, sebelum akhirnya membawa anjing itu bersama teman lainnya.

Berdasarkan narasi video itu, di sebutkan kejadian itu terjadi Sabtu (7/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Bunga Sedap Malam IX.

Pemilik anjing yang bermarga Tarigan, membenarkan kejadian itu. Dia baru mengetahui anjingnya dicuri pada pagi hari. Ia mengatakan dirinya memiliki dua ekor anjing.

Menurutnya, anjingnya yang dirantai mati dan satunya lagi hilang dibawa lari pencurinya. Kata dia ke dua anjingnya berjenis Golden.

“Anjing golden kan tidak menggonggong. Anjing rumahan gitu kan. Terus tiap pagi akan minta supaya dilepas ikatannya, ini pada tanggal 7 pagi. Sekitar jam 6, keluar kami, ternyata anjing yang satu sudah mati, yang jantan masih terikat diikatan (mati),” ujar Tarigan, kepada wartawan, Senin (9/11).

Tarigan menjelaskan, anjing golden betina yang dicuri diduga mati. Dia menduga sebelum anjing diambil, peliharaannya itu diberi racun pada ikan lele. Makanan itu di lempar dari pintu gerbang dan terekam CCTV.

“Jadi setelah mati anjingnya, baru masuk yang pake topi satu orang, satu orang menunggu di luar, diambil anjing yang betina, yang terlepas tadi rantainya,” ucap dia.

Tarigan menduga karena berat anjing itu lebih dari 20 kg, pencuri itu mungkin tidak kuat membawanya, karena itu anjingnya sempat diseret. Sementara satu ekor anjingnya yang masih dirantai belum sempat dibawa.

“Jadi karena satu tertinggal, karena kami sudah terbangun mungkin dilihatnya lampu kamar yang sudah terang, yang mati itu tidak sempat diambil,” ujar Tarigan.

Tarigan menjelaskan kejadian kehilangan anjing ini sering terjadi di daerahnya. Selain itu ia belum berencana melaporkan kejadian ke polisi.

“Kalau modusnya memang diracun, begitu mati langsung dibawa dan itu biasanya isinya dibuang supaya bisa langsung terjual. Begitulah modus orang ini,” tutup dia.

sumber: kumparan,com