HETANEWS.COM

Sang Raja Siantar Tak Jadi Pahlawan Nasional

Patung Sang Naualuh Damanik di halaman kantor DPRD Pematangsianatar.

Siantar, Hetanews.com - Raja Ke 14 dari Kerajaan Siantar, Sang Naualuh Damanik pernah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Namun upaya itu gagal. Begitu dengan pembangunan tugu Sang Naualuh.

Tuan Raja Sang Naualuh lahir pada Tahun 1857 di Istana Raja Siantar di Pamatang, saat ini masuk wilayah Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan.

Sosok Sang Naualuh pernah memerintah kerajaan Siantar pada 1882- 1904 dan tercatat sebagai Raja ke XIV dari Dinasti Siantar (1350-1904)

Sang Naualuh ditangkap penjajah Belanda pada 1904 karena sikapnya yang menentang kolonial. Ia sempat ditahan dua tahun. Tepat 1906 Belanda mengasingkan Raja Sang Naualuh untuk seumur hidup ke Bengkalis. 

Raja Sang Naualuh meninggal dunia di Bengkalis tahun 1914 saat berusia 57 tahun. Kini makam Raja Siantar itu bertempat di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.

Tiga kali diusulkan Pahlawan nasional

Sosok kepahlawanan Sang Naualuh di masa kolonial pernah diusulkan sebagai pahlawan nasional. 

Menurut Sekretaris Yayasan Raja Sang Naualuh, Edi juniarto, beberapa kali upaya pengusulan persyaratan tidak terpenuhi. 

Kala itu, kata Juniarto, Tim melakukan kroscek lapangan. Hasil kesimpulan Sang Naualuh tidak memenuhi kriteria. Juniarto sendiri mengaku tidak paham betul persyaratan tersebut.

"Sangnaualuh itu sudah beberapa kali kita usulkan supaya menjadi pahlawan nasional dan datanya tidak lengkap, tidak memenuhi persyaratan katanya. Nah, itulah kita kurang tahu kenapa tidak memenuhi persyaratan,” ungkap Edi ditemui di Pamatang, Senin (9/11/2020).

Namun, tambah Edi, untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional tentu melalui tahapan. Termasuk pamor Sang Naualuh di tengah tengah masyarakat.

"Artinya, untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu kan melalui tahapan tahapan, kemudian data tertulis, lalu data lapangan, selanjutnya survey ke masyarakat tentang sosok tersebut,” ucapnya

Masih kata Juniarto, pengusulan Sang Naualuh jadi Pahlawan nasional sudah tiga kali dilakukan. Ia juga mengakui generasi milenial saat ini tidak mengenal Raja Siantar ke 14, apalagi makam nya tidak di Kota Pematangsiantar.

Edi berpendapat bahwa sebenarnya kaum milenial tidak sepenuhnya salah jika tidak mengetahui sosok Sang Naualuh itu sendiri. Sebab kata Edi, di era saat ini generasi muda nyaris buta sejarah.

"Sampai kapanpun sudah tidak bisa lagi memenuhi persyaratan untuk menjadi Pahlawan Nasional sebab sudah tiga kali diusulkan dan tidak memenuhi persyaratan juga," tutup Edi 

Julukan

Meski nama Sang Naualuh Damanik tidak asing di telinga, sebab dinamai jalan utama dan Stadion di Kota Pematangsiantar, namun sosok Raja Siantar itu dinilai kurang populis di kalangan masyarakat saat ini.

Jika Edi menyebut kurang terkenal di kalangan milenial, hal senada juga diakui salah seorang cicit Sang Naualuh, Moni Purba.

Menurut Moni, tidak banyak orang yang mengetahui siapa sebenarnya Sang Naualuh dan mengapa namanya tidak tercantum sebagai Pahlawan nasional.

"Nama Sangnaualuh itu bukan nama aslinya ya, itu sebutan atau julukan. Mengapa dia disebut Raja Sangnaualuh?,” ujar Nomi kepada Hetanews ditemui di kediamannya di Pamatang, Kelurahan Simalungun.

Ia menjelaskan nama Sang Naualuh adalah julukan. Raja Siantar itu mewariskan keteladanan dan kepemimpinannya. Naualuh artinya delapan.

Delapan sifat Raja Siantar Sang Naualuh Damanik yang menjadi tauladan itu adalah; Pengasih, Pelayan, Jujur, Berani, Bertangungjawab, Teguh Pendirian, Saling Menghormati dan Membangun 

"Karena dia mempunyai ualuh (delapan) sifat yang bisa menjadi suri tauladan kepada kita semua. Oppung (Nenek) kami itu dialah istri Sang Naualuh yang dibuang ke Bengkalis. Karena Raja dulu kan banyak [Istri] nikah lebih beberapa kali,” jelas Moni Purba 

Moni menyayangkan Sang Naualuh tak jadi pahlawan nasional. Sama halnya dengan Edi, Moni menilai masih ada kekurangan sehingga tidak masuk kriteria.

Meski begitu Moni kagum dengan perjuangan Sang Naualuh yang tidak pernah tunduk dengan Penjajah.

“Padahal perjuangannya luar biasa bagi masyarakat Siantar bahkan sampai dia dibuang ke Bengkalis karena tidak mau tunduk kepada Belanda," ungkap Moni.

Pembangunan tugu Gagal    

Rencana pembangunan tugu Sang Naualuh di kota kelahirannya Pematangsiantar berlangsung sejak 2012. Terhitung dua masa kepemimpinan Walikota, rencana pembangunan tugu selalu terbengkalai.

Musabab kegagalan tugu tak lain soal perdebatan dimana lokasi tugu sang Raja akan dibangun. Tarik menarik hingga penolakan tentang tempat sedikitnya tiga kali terjadi. 

Perdebatan pemilihan tempat tugu bukan yang baru. Dari semula disepakati di depan Makam Pahlawan antara pusat perbelanjaan Ramayana. Tidak disepakati, lalu bergeser ke Lapangan Merdeka di samping Tugu Pagoda, pada  tahun 2017. 

Pada era pemerintahan Hefriansyah-Togar, rencana pembangunan tugu kembali diulang.

Hari ini Selasa, tepatnya pada 10 November 2018 silam, Walikota Hefriansyah meletakkan batu pertama pembangunan tugu Sang Naualuh di Lapangan Adam Malik.

Rencana pembangunan di lapangan Adam Malik oleh Hefriansyah tak jauh beda dengan masalah yang terjadi sebelumnya.             

Pembangunan tugu di hari pahlawan, sebagai upaya menjadikan Sang Naualuh Pahlawan Nasional, tak berlanjut setelah adanya tuntutan dari warga yang mengatasnamakan dirinya Gabungan Masyarakat Islam Siantar [Gamis] pada 23 November 2019. 

Tak lama setelah itu, tepatnya pada 7 Desember 2019, Walikota kemudian menghentikan pembangunan tugu Raja Siantar itu hanya karena adanya protes dari Gamis. 

Adanya pro dan kontra setelah diberhentikan pembangunan tugu, sempat muncul desakan dari organisasi atau kelompok etnis Simalungun agar pembangunan dilanjutkan.

Namun seiring berjalannya waktu, desakan itu tak lagi terdengar. Seakan Raja Siantar Itu benar benar terbuang dari tahta kerajaan nya, layaknya  perlakuan penjajah membuang Sang Nauluh ke Bengkalis.

Penulis: desmon. Editor: huget.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan