Siantar, Hetanews.com - Geliat polemik perancangan Ranperda CSR semakin memanas, terbesit keinginan untuk mengelola dana CSR melalui sebuah forum bentukan eksekutif/legislatif. 

Salah seorang penggiat amdal yang juga konsultan lingkungan, Nensi (Panggilan akrabnya), memberi masukan saat dihubungi awak media hetanews via telepon seluler pada Senin (9/11/2020).

"Pemerintah daerah sering kali melirik dana-dana CSR diluar APBD, karena peraturan yang ada hanya terikat pada UU Perseroan Terbatas. Diluar itu tidak ada," ujar Nensi.

Ia juga menambahkan, pada UU PT, perusahaan punya tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang berada di sekitar perusahaan yang biasanya dana tersebut di kelola sendiri oleh perusahaan. 

Baca juga: DPRD Rancang Perda CSR Dan Bentuk Forum

Disinggung terkait rencana DPRD Pematangsiantar yang akan membentuk sebuah forum untuk mengelola dana CSR, Nensi berpendapat jika didalam perda itulah harusnya diatur. 

Misalnya, pemko dapat menunjuk lembaga untuk bekerjasama mengelola dana CSR. 

"Pembentukan forum boleh-boleh saja dilakukan tetapi harus ada payung hukum yang mengaturnya," kata Nensi.

Perempuan yang juga aktif sebagai konsultan sosial ekonomi ini juga menambahkan, jika sudah masuk ke dalam kas daerah (pengelolaan CSR-red) mau tidak mau memang harus mengikuti peraturan keuangan yang biasa.

Pertinbangan berikutnya yang juga menarik adalah soal disposisi dari perusahaan yang dana CSR-nya sudah dikelola.

"JadI gini, perusahaan itukan akan merasa kalau mereka sudah menyerahkan kewajiban pengelolaan dana CSR itu semisal pada lembaga. Nah, kalau masyarakat sekitar menuntut ke perusahaan karna mereka merasa perusahaan itu tidak ada kontribusi lingkungannya itu gimana?"

"Perusahaan mau ngomong apa? Makanya semua harus dituangkan terang benderang didalam poin per poin ranperda itu," pungkasnya.

Nensi berharap, Ranperda ini tidak menimbulkan kegaduhan nantinya didalam masyarakat. Pengelolaan sejak awal perancangan ranperda sampai pengelolaan dana harus accountable. Jika perlu serahkan pada yang memang ahlinya. 

Baca juga: Sesat Pikir Ranperda CSR, Siantar Jangan Sampai Meniru