Siantar, Hetanews.com - Pemerintah pusat belum membayar ganti rugi terhadap lahan warga yang diperuntukkan untuk pembangunan jalan tol Kuala Tanjung - Tebing-Tinggi-Parapat.

Menurut Adnan Sumarno, pemerintah sudah mengukur lahan miliknya yang terkena proyek jalan tol sepanjang 143,5 Km itu di Nagahuta, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

"Saya belum tahu kapan akan dibayar, kata mereka [pemerintah] pembayaran akan dilakukan  saat panggilan terakhir. Cuma panggilan terakhir itu saya tidak tahu kapan," Kata Adnan Sumarno ketika di temui di bengkelnya Gang Nadi, Nagahuta, Senin, (9/11/2020).

Baca juga: Bangun Jalan Tol, Ranto Cs Tuntut Ganti Rugi Tanah Sesuai Harga Pasaran

Adnan mengaku masih belum mengetahui seberapa luas lahannya terkena imbas proyek jalan tol. Menurut dia setelah panggilan terakhir itu semua diselesaikan disana.

Adnan berharap pemerintah segera merealisasikan ganti rugi. Sumarno mengaku sangat membutuhkan dana untuk membiayai anaknya yang sedang kuliah dan untuk modal usaha.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Siantar Denny T Siahaan mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah melalui Pemko Pematangsiantar agar segera menyelesaikan terkait pembebasan lahan.

"Akhir tahun ini harus segera diselesaikan itu," pungkas Denny dihubungi via telepon.

Baca juga: Terkait Pembangunan Tol Kisaran-Tebing Tinggi, BPN Sumut dan KJPP Pung’s Zulkarnain & Rekan Digugat