Siantar, hetanews.com - Menjelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Bahkan hasil survey dan daftar harga, menurut Bank Indonesia Pematangsiantar, cabai merah menjadi salah satu faktor pendukung inflasi.

Komoditas cabe merah mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. Hari ini, di Pasar Dwikora, Pasar Horas dan juga Pasar Pagi Rindam, bumbu yang paling banyak digunakan itu dihargai Rp32 ribu - Rp36 ribu/kg. Bawang merah Rp28 ribu - Rp30 ribu/kg, bawang putih Rp24 ribu - Rp28 ribu/kg. Sedangkan harga tomat sangat murah, Rp5 ribu - Rp7 ribu/kg.

Sedangkan harga daging sapi masih normal dengan harga Rp.120 ribu/kg, harga daging ayam potong (ras) juga mengalami kenaikan hingga Rp35 ribu/kg. Disusul dengan terbatasnya telur ayam eropah yang juga mahal, Rp1200 - hingga Rp1500/butir, bervariasi sesuai ukuran. Harga ayam kampung mencapai Rp 60 ribu - Rp65 ribu/kg. Sedangkan harga sayur mayur masih normal.

Ketersediaan pasokan kebutuhan pokok cukup tersedia dan dengan mudah didapatkan di pasaran.

Hanya saja, harga barang mengalami kenaikan di akhir tahun. Mengingat musim hujan, dan keterbatasan aktifitas warga selama pandemi Covid - 19.

Seperti dikatakan Fika, salah seorang pedagang cabe, bawang, sayur mayur, tomat dan lainnya di Pasar Pagi Rindam Siantar. Dia mengakui, pembeli menurun jumlahnya, sejak pandemi dan sebahagian warga enggan berbelanja ke pasar karena keterbatasan ekonomi.

"Sekarang semua belanja seperlunya saja, ka, tidak seperti dulu," katanya ketika ditanya Hetanews, Senin (9/11/2020), di Pasar Pagi yang berdekatan dengan kompleks Rindam.

Fika sudah puluhan tahun berdagang di pasar itu, dengan barang yang dipasok dari Raya, Kabupaten Simalungun. "Di sini pun Sabtu atau Minggu yang agak lumayan, kalau hari Senin begini sepi,"katanya.

Pedagang lainnya, Januarlen Saragih, di Pasar Dwikora, mengakui sejumlah kenaikan harga pasar. Tapi menurutnya, masih belum terlalu tinggi dibandingkan harga sebelumnya.

"Sikit saja naiknya, dan masih bisa dibilang normal karena barangnya ada. Di akhir tahun jumlah pembeli mengalami kenaikan, meski pandemi," katanya.

Bisanya di bulan Desember, apalagi libur panjang, banyak pendatang atau banyak perantau pulang dan berbelanja kebutuhan pokok untuk keluarganya sehingga pasar menjadi ramai. "Semoga semakin menambah rezeky di akhir tahun,"ungkapnya.