Sergai, hetanews.com - Sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang mengalami musibah kebakaran rumah, Meneger PTPN III Kebun Gunung Para, mengunjungi warga yang rumahnya terbakar, di Dusun V Unong Bokou, Desa Baja Dolok, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (6/11/2020), lalu.

Pada kesempatan itu, Manajemen dan Badan Koordinasi Agama Islam (BKAI) Kebun Gunung Para, menyerahkan bantuan, berupa uang tunai kepada 2 (dua) orang warga yang mengalami musibah kebakaran yakni Abdul Rahman dan Suparmen, disaksikan Perangkat Desa, Baja Dolok.

Bantuan diserahkan langsung oleh Manajer PTPN III Kebun Gunung Para, R. Wahyu Cahyadi, di dampingi Asisten Personalia, Edi Ginting,  Asisten Tata Usaha, Irwan Hidayat dan Ketua Badan Koordinasi Agama Islam (BKAI), Muda R. Nasution.

Maneger PTPN III Gunung Para, R Wahyu Cahyadi, melalui Asisten Personalia kebun (APK)4, Edi Ginting menyampikan, bahwa bantuan yang diberikan bertujuan untuk meringankan beban korban, dan ini merupakan bentuk sinergitas antara PTPN III Kebun Gunung Para dengan masyarakat sekitar. Apabila ada warga yang mengalami musibah, maka perusahaan akan turut berpartisipasi membantu, katanya.

"Semoga apa yang kami berikan hari ini bermanfaat bagi korban. Hal ini (pemberian bantuan)  dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara kita dengan masyarakat sekitar," kata Edi Ginting.

Sekretaris Desa Baja Dolok, Ahmad Tubagus Purba, mengapresiasi perusahaan PTPN III Kebun Gunung Para yang telah mambantu warganya yang mengalami musibah kebakaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Manajemen PTPN III Kebun Gunung Para atas perhatiannya kepada warga kami yang rumahnya terkena musibah kebakaran, dan kami berharap kerjasama yang baik ini tetap terjalin selamanya,"kata Tubagus Purba.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 21 Oktober 2020,  terjadi kebakaran di Desa Baja Dolok, Dusun V Unong Bokou yang menghanguskan 2 unit rumah warga, atas nama Abdul Rahman dan Suparmen.

Peristiwa kebakaran tersebut, tidak menelan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.