HETANEWS.COM

Andai Tugu Raja Sangnaualuh Berdiri, Pasti Hefriansyah Diingat, Macam RE dengan Jalan Viharanya

Pembangunan tugu Raja Sangnaualuh yang sebelumnya dilakukan di Lapangan Haji Adam Malik, namun seiring berjalannya waktu, pembangunannya dihentikan dengan alasan menghindari bencana sosial.

Entah silap dimana, pembangunan Tugu Raja  Sangnaualuh tak kunjung terealisasi hingga saat ini. Padahal, acara peletakan batu pertama sudah dilakukan dengan acara doa bersama, di lahan lapangan H Adam Malik Siantar.

Dan bahkan, para tukang sudah bekerja, sesuai arahan pemborong. Uang juga sudah sempat terpakai ratusan juta rupiah untuk mengerjakan proyek tugu itu.

Tapi ujung – ujungnya kandas dan sekarang tidak tahu bagimana ceritanya.

Masyarakat yang mendengar kegagalan itu, hanya mampu geleng – geleng kepala, sambil bilang “sayang ni APBD i (sayang kali APBD itu)”.

Seperti diketahui, pendirian Tugu Raja Sangnaualuh itu telah melewati diskusi panjang. Bukan hanya di kalangan masyarakat bawah, bahkan ahli – ahli budaya dan bangunan dari universitas ternama ikut diundang untuk membicarakan pendirian tugu itu.

Bahkan dengar pendapat di DPRD Siantar, sudah berulang kali, tapi tetap saja kandas.

Dan letak pendirian tugu itu juga berpindah – pindah. Sempat mau dibangun dekat Ramayana Siantar, jalan Sangnaulauh dan sempat juga di kawasan Taman Bunga Siantar. Hingga terakhir, dibangun di lahan lapangan H Adam Malik Siantar.

Kalau masalah ini sampai ke Aparat Penegak Hukum (APH), sebenarnya sangat wajar, karena perlu juga ditelusuri dana – dana yang sudah dibelanjakan atau sudah dipakai untuk membangun tugu itu.

Baca juga: Mantan Sekda Siantar Diperiksa di Unit Tipikor Terkait Tugu Raja Sangnaualuh

Baca juga: Jan Wiserdo: Kami Pastikan Pemakzulan Hefriansyah Berlanjut, Kami Ingin Ukir Sejarah

Baca juga: KNPSI: Wali Kota Dua Kali Menista Simalungun dan Mempermalukan Tokoh Simalungun

Baca juga: Kanit Tipikor Akui Lakukan Penyelidikan Terkait Mangkraknya Tugu Raja Sangnaualuh Damanik

Baca juga: Soal Tugu Raja Sang Naualuh, Inspektorat Siantar Hanya Dampingi BPK

Baca juga: Untuk Sementara, Biaya yang Terpakai untuk Tugu Sang Naualuh Senilai Rp.500 Juta

Baca juga: Plt Kadis PUPR Teken Surat Penghentian Proyek Tugu Sang Naualuh

Baca juga: Siantar Tidak Alami Perkembangan, Keturunan Raja Sangnaualuh Minta Walikota Selesaikan Tugu

Terbengkalainya pembangunan tugu ini, jelas membuat masyarakat kecewa berat, hingga terjadi unjuk rasa berulang kali dan bahkan sampai muncul pemakzulan Hefriansyah dari jabatannya saat itu.

Kalau dipikir – pikir, memang aneh juga, kok bisa lah gagal membangun tugu itu?

Toh anggarannya sudah ditampung di APBD, dan semua sudah pada mendukung, dan lokasinya juga sudah oke.

Kenapa membangun proyek fisik lain, Pemko Siantar melalui dinas terkait bisa? Membingungkan memang.

Harusnya, Tugu Raja Sangnaualuh itu sudah bisa menjadi kenang – kenangan Hefriansyah saat tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Siantar.

Baca juga: Bukti Wali Kota Sebelumnya Berjuang Ciptakan Siantar sebagai Kota Toleran

Baca juga: Nama Jalan Vihara Ada, karena Kedua Sosok Ini

Contohnya seperti mantan Wali Kota Siantar, RE Siahaan, meski sempat tersandung masalah hukum, tapi namanya sampai sekarang lumayan harum di masyarakat karena berhasil membuka jalan alternatif yang diberi nama jalan Vihara.

Paling tidak, RE Siahaan bisa tersenyum saat dia mengingat perjuangannya saat membuka jalan itu yang sekarang juga dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat kuliner atau disebut Siantar Square.

Kira – kira begitu..!  

Penulis: gun. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan