Siantar, Hetanews.com – Ratusan hektar lahan pertanian beralih fungsi menjadi lahan pemukiman. Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Siantar, itu terjadi karena belum ada Perda Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LPPB).

"Itu terjadi karena belum adanya LPBB. Kalau sudah di-perdakan, maka tidak boleh beralih fungsi," jelas Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ali Akbar kepada Hetanews ditemui di kantornya Jumat (6/11/2020) siang.

Ali menambahkan, ada ratusan hektar lahan pertanian beralih fungsi menjadi lahan pemukiman. Sisa lahan pemukiman Kota Siantar, kata Akbar seluas 1512,7 Ha. Pada tahun sebelumnya seluas 1863 Ha.

Baca juga: Ternak Lembu Di Atas Lahan Pertanian Jadi Sorotan

"Kalau sekarang memang alih fungsi lahan pasti ada. Jadi, ada alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman itu sekitar 350,3 hektar," jelas Akbar.

Kondisi lahan

Menurut Akbar, kondisi lahan pertanian Kota Siantar saat ini masih kurang subsidi pupuk dan irigasi rusak.

Baca juga: Dituduh Bakal Merusak Umbul, Warga Seruduk Kavlingan Gold

Ia juga mengklaim Petani belum mengetahui percis pola musim tanam indeks prestasi pertanaman.

"Kita sudah mengajukan seribuan ton pupuk urea, tetapi jika terealisasi 40 persen saja sudah syukur. Pola musim tanam kita ada April  sampai September dan Oktober sampai Maret," tutup Ali.

Baca juga: Dua Tahun Revisi RTRW Belum Tuntas, Ini Penjelasan Bappeda