Siantar, hetanews.com - DPRD Siantar tengah menyusun pembentukan rancangan Perda inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR). Amanat dari Perda CSR nantinya membentuk Forum yang bertugas membantu kepala daerah mengelola dana CSR dari perusahaan.

Dalam pandangan tiap fraksi saat Paripurna di DPRD, Kamis kemarin mayoritas fraksi memberi tanggapan positif terhadap ranperda Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan [TJSLP] atau CSR tersebut.

Ranperda tersebut kemudian akan dibahas lagi di Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Pematangsiantar.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Astronout Nainggolan diwawancarai Hetanews via telepon menjelaskan bagaimana forum untuk mengelola dana CSR tersebut.

Baca juga: Pemko Siantar Usulkan Propemperda, Ini Kata Astronout

"Amanat perda CSR ini akan dibentuk forum, dimana forum tersebut bertugas untuk menghimpun dana, menginventarisir, dan membantu walikota untuk mengelola dana CSR," kata Politisi PDIP ini, Jumat (6/11/2020). 

Dia juga menyinggung regulasi soal CSR terdapat dalam Perwa [Peraturan Walikota]. Ia mengklaim dengan ranperda CSR yang akan disahkan penerapannya akan lebih serius. 

Masih kata Astronout, pihaknya sudah mengantongi list [daftar] perusahaan di Kota Siantar yang memiliki kewajiban menyalurkan dana CSR.

Menurutnya, dengan dibentuknya forum tersebut, dana CSR akan dibagi rata ke 8 kecamatan, sebab tidak semua wilayah terdapat perusahaan yang menyumbang dana CSR.

Baca juga: Dibahas Cuma Satu Minggu Dua Ranperda Diterima Satu Ditolak