Belum ada seratus hari menjabat Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, bisa terbilang berhasil menggulung para pengedar narkotika di Siantar.

Dan seperti yang dirilis pada Rabu (4/11/2020) lalu, Polres Siantar disebut berhasil mengamankan 53 orang pengedar narkotika dengan sejumlah barang barang seperti sabu, ganja dan ekstasi.

Keberhasilan itu dipaparkan Kapolres Siantar, di dampingi Kasat Narkoba, AKP David Sinaga, Kasat Intel dan Kasat Binmas, kepada para awak media yang datang meliput.

Dan Kapolres juga menegaskan komitmennya dalam memberantas narkoba di Kota Siantar.

Bahkan, dia juga mengajak wartawan untuk memberikan informasi terkait peredaran narkotika seperti sabu, ganja dan lainnya.

Dan tak tanggung – tanggung, Kapolres juga menawarkan hadiah yang menggiurkan kepada wartawan, apabila informasi tersebut akurat.

Kapolres juga bilang, informan juga diharapkan ikut ke lokasi yang diinfokan untuk melihat langsung, apa informasi tersebut benar adanya.

Dan untuk memberi rasa aman bagi informan, Kapolres janji akan merahasiakan identitasnya. Ya, hal itu demi menyelamatkan jiwa si informan.

Sedangkan hadiah yang dimaksud Kapolres yaitu berupa uang kontan dengan jumlahnya capai Rp40 Juta.

Dan dipertegas Kapolres lagi "Kalau barbutnya sabu sampai 1 kilogram, dari saya Rp20 Juta. Ditambah lagi dari Pak Kasat Narkoba Rp 20 Juta. Totalnya Rp 40 Juta ya cash. Tapi setelah penangkapan. Jangan nanti dikasih uang, ternyata informasinya bohong,"kata Kapolres saat itu.

Itu bila barang bukti sabu di angka Rp 1 Kilogram. Bila di bawah angka itu, Kapolres dan Kasat Narkoba, juga berjanji akan memberikan hadiah dalam bentuk uang, walaupun jumlahnya tidak sampai Rp 40 Juta.

Dan ternyata, sayembara untuk “menangkap” bandar nakorba dengan barbut sabu 1 kilogram itu, bukan hanya untuk wartawan saja, tapi berlaku untuk seluruh masyarakat yang mau menjadi informan.

"Tidak hanya wartawan aja, semua masyarakat pun bisa. Kalau tidak sampai 1 kilogram, kita juga pasti beri hadiah. Yang penting informasinya benar. Saya juga akan berikan uang transport dan akomodasi lainnya,"janji Kapolres.

Dan Kasat Narkoba juga menguatkan ajakannya kepada para awak media yang bersedia menjadi informan.

Selain jumlah uang yang telah disebutkan, juga akan mendapatkan piagam penghargaan. "Dapat juga nanti piagam penghargaan. Uang kita kasih setelah penangkapan ya, biar tidak ada informasi yang salah," tutur David saat itu.

Nah, sepintas tawaran Kapolres ini memang sangat menggiurkan, apalagi di situasi Covid – 19 saat ini, cari uang sebanyak itu bukan lah gampang.

Baca juga: “Sayembara” dari Sang Kapolres, Kasih Info Barbut Sabu 1 Kilogram Dapat Hadiah Rp40 Juta

Baca juga: Belum 100 Hari Kerja Kapolres, Polres Siantar Berhasil Gasak 53 Pengedar Sabu dan Ganja

Dan bisa dibilang, baru ini Kapolres Siantar yang membuat sayembara berhadiah gituan dan diekspos para awak media dengan besar - besaran.

Tapi pertanyaan Pak Kapolres, apa “pekerjaan” itu gak membahayakan nyawa masyarakat?

Apa gak sama itu dengan membangunkan harimau, atau mengambil uang dari mulut buaya?

Apa seberani itu masyarakat mau melapor kalau lihat orang lagi transaksi narkotika? Apalagi kalau sampai barang buktinya sampai 1 kilogram.

Karena lihat orang tewas kecelakaan aja, warga udah takut dan langsung menghindar, heheee…

Dan apa pantas “sayembara” gituan disampaikan kepada kawan-kawan pers dan jadi konsumsi publik, bahkan jadi tranding topic?

Lalu, kalau ada 10 orang warga berhasil memenangkan “sayembara” itu hingga barbut sabunya sampai 10 kilogram, lantas Pak Kapolres dan Pak Kasat Narkoba udah siap membayarnya sampai Rp400 Juta? Dan uangnya dari mana untuk membayar itu?  

Seperti diungkapkan beberapa warga yang diminta tanggapannya atas adanya “sayembara” Kapolres Siantar itu, umumnya mereka malah tertawa.

“Ah, takut lah, ada – ada aja pun,”ucap warga kepada wartawan.

Warga malah balik menantang Kapolres Siantar agar menangkap bandar besar narkoba di Kota Siantar.

Karena selain tugas Polisi, juga merupakan tanggung jawab Kepolisian dalam memberantas peredaran Narkotika.

Biar besok – besok, Pak Kapolres dan Pak Kasat Narkoba saat gelar press release tidak lagi memperlihatkan hanya wajah pemakai atau pengedar, tapi sudah wajah – wajah bandar narkotika yang kelihatan.

Dan barang buktinya sudah pasti lebih besar.

Kalau Kapolres kasih tantangan pake hadiah, kalau masyarakat paling hanya bisa dengan doa. Karena masyarakat lagi serba kesulitan di masa pandemi Covid – 19 ini Pak Kapolres.

Tapi gitu pun, kita semua sepakat membasmi peredaran Narkotika dari Kota Siantar. Ayooo..semangat Pak Kapolres!!!