HETANEWS.COM

Geram Gubsu Edy Dana Desa Dipakai Kunker ke Bali

Gubsu Edy Rahmayadi. Foto: Ahmad Arfah/detikcom

Jakarta, hetanews.com - Dana Desa di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) digunakan untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ke Bali. Hal ini membuat kesal Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi. Edy menilai penggunaan Dana Desa untuk kegiatan bimtek ke Bali tak produktif.

Hal tersebut disampaikan Edy dalam sambutan di acara 'Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang BUMDes dan Sosialisasi Permendes 18 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

"Kami berusaha sedapat mungkin, kami lakukan, kami dibantu Bapak Kadin, Bapak Kepala BI, selalu melakukan evaluasi. Satu per satu kami tanyakan kepala desa dalam melakukan penganggaran dana desa ini. Kami masih banyak menemukan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Contoh masih cenderung bimtek dan bimtek. Ini yang kami selalu, kenapa harus bimtek? Belajar, belajar dan belajar, pembinaan, pembinaan dan pembinaannya lebih banyak ke Bali. Kalau nggak ke Bali, ke daerah-daerah yang sambil dikunjungi," kata Edy di lokasi acara, Hotel Le Polonia, Medan, Rabu (4/11/2020).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghadiri acara ini. Abdul Halim Iskandar diminta oleh Edy memberikan arahan agar Dana Desa bisa dipakai untuk kegiatan produktif.

"Ini mungkin yang perlu kita sama-sama, kami mohon arahannya, mohon bantuannya, sehingga jelas apa yang harus bisa dilakukan khususnya tentang regulasi. Memang benar UU menyatakan bahwa gubernur itu perwakilan pusat di daerah. Tetapi ada UU lain yang mengatur tentang wewenang kabupaten dan kota dalam mengelola desa, kecamatan. Bapak Menteri, ini perlu masukan sehingga Sumut juga bisa eksis, lebih aktif, dan lebih produktif sampai ke tingkat desa," ujar Edy.

Edy mengatakan tahun ini Sumut menerima Dana Desa senilai Rp 5,4 triliun.

"Pak Menteri yang saya hormati, sesuai visi-misi Sumut, membangun desa menata kota, sebenarnya kita bisa bersama sama mengefektifkan dana ini, saya yakin dengan terbangunnya desa, kota pasti tertata," tuturnya.

Menurut Edy, negara sangat memperhatikan perkembangan desa sehingga meningkatkan Dana Desa tiap tahunnya. Namun, faktanya, penggunaan dana tersebut belum bisa mencapai target program Dana Desa itu sendiri.

"Saya melihat negara begitu besar perhatiannya, tiap tahun meningkatkan Dana Desa, tapi secara kenyataan, riil, kami mohon maaf, Pak Menteri, belum bisa mewujudkan sasaran sasaran yang menjadikan perintah pusat dalam menyejahterakan rakyat," sambung Edy.

Sumber: detik.com

Editor: andi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • Johan
    Akhhh masak sih pak...
    Mau nanyak pak Gubernur sumatera utara.selama bapak menjabat sebagai org nmr 1 disumut.prestasi apa yg bapak lakukan dan dirasakan rakyat bapak.
    #NANYAK

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan