Siantar, Hetanews.com – Seruan kolom kosong dalam medio spanduk maupun baliho dianggap bentuk kampanye oleh Paslon tunggal Asner Susanti. Melalui Tim Advokasi, Paslon Tunggal menyurati Bawaslu Pematangsiantar.

Seruan kolom kosong datang dari Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong [Kawan Mas Koko]. Relawan membubuhkan spanduk hingga pembentukan posko di beberapa titik di wilayah Kota Pematangsiantar.

Dinilai sebagai bentuk kampanye dan mempengaruhi pemilih, Tim Advokasi menyurati Bawaslu Pematangsiantar untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Surat ke Bawaslu telah dilayangkan. Bawaslu kemudian meminta penjelasan mengenai surat tersebut.

“Benar, dan sudah ada surat balasan dari Bawaslu minta penjelasan soal penertiban alat peraga sejenis. Dan kita sudah balas kembali surat Bawaslu. Surat balasan telah kita kirimkan tadi,” kata salah satu Tim Advokasi, Mangasi Tua Purba kepada Hetanews, Rabu (4/11/2020) malam.

Baca juga: Jamin Hak Konstitusional, PASTI Bentuk Tim Advokasi

Destroyer

Pengacara Daulat Sihombing menambahkan, Paslon tunggal yang dapat berkampanye dalam Pilkada. Menurut Tim Advokasi Paslon ini, seruan kolom kosong boleh asal tanpa pretensi untuk menggembosi Asner Susanti.

"Gerakan [kolom kosong] ini kan menggembosi nya ini. Karena ada pretensi menggembosi paslon tunggal, maka Tim Advokasi melihat hal tersebut adalah destroyer.”kata Daulat dihubungi Hetanews. 

“Nah kalau ada destroyer [penghancur] maka tugasnya Bawaslu adalah menertibkannya. Jadi, jangan Bawaslu hanya melihat apa yang dilakukan oleh Kolom Kosong itu adalah edukasi, edukasi apa?” ucap Daulat menambahkan.

Hetanews mencoba meminta penjelasan dari Plh Ketua Bawaslu Nanang Wahyudi Harahap mengenai spanduk kolom kosong dan surat Tim Advokasi tersebut. Sayangnya Nanang belum bersedia menjawab. Begitu Komisioner Julita Lila Sinaga yang dihubungi terpisah.

Kolom kosong sah

Dilain sisi Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Sibarani, menjelaskan pihaknya tetap menggelar sosialisasi Pilkada Pematangsiantar.

Sosialisasi dengan metode tatap muka dan media daring. Sosialisasi kepada pemilih pemula terkhusus pelajar juga dilakukan melalui pertemuan daring.

Menurut Daniel, dua hal penting yang disampaikan saat sosialisasi. Selain Paslon tunggal, penyelenggaraan Pilkada dalam situasi pandemi Covid 19 turut disosialisasikan.

"Nah, di dalam sosialisasi itulah KPU mensosialisasikan tentang memilih kolom kosong adalah sah," kata Daniel melalui pesan singkat.

Baca juga: Hindari Persilihan Meski Beda Pilihan

Intimidasi

Ketua Relawan Mas Koko, Horas Sianturi mengakui banyak bentuk bentuk yang dianggap mereka sebagai intimidasi kepada relawan relawan kolom kosong. Kondisi di lapangan, kata Horas, masyarakat sering ditakut takuti bila menyuarakan kolom kosong. .

“Tidak ada rasa terancam. Tapi bagi yang awam mereka sering bertanya, apakah memilih kolom kosong dipidana,” kata Horas dihubungi terpisah.

Masih kata Horas,  sejauh ini pihaknya belum dipanggil oleh Bawaslu terkait pemasangan spanduk yang disurati Tim Advokasi Paslon tunggal. 

Kepada Hetanews, Horas jugamempertanyakan bentuk kampanye medio spanduk yang disangkakan tersebut. Menurutnya kampanye adalah ajakan untuk memilih Paslon yang punya visi misi. Sementara kolom kosong bukan peserta Pemilu

“Kolom kosong suara hati rakyat merespon Paslon tunggal yang disuguhkan Parpol. Masyarakat sama sekali tidak dilarang memilih paslon. Dan kolom kosong juga sebagai pilihan bagi masyarakat yang tidak kena hatinya ke Paslon tunggal,” tutup Horas.

Baca juga: Nanang Jadi Plh, Syafii Mundur Dari Kepengurusan