Simalungun, hetanews.com - Proses hukum terhadap Esterlan Sihombing (80) di PN Simalungun dipastikan berlanjut. Pasalnya JPU melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung [MA]. 

Ibu tiga anak itu didakwa mencuri sawit di ladang miliknya, yang status kepemilikan lahan tersebut masih bergulir di pengadilan.

Sejak dakwaan pencurian itu, Nenek renta asal Huta III, Nagori Jawa Baru, Simalungun ini bolak balik mengikuti persidangan. Ia bersidang mulai 2 Maret 2020.

Dalam sidang terakhir, Rabu 21 Oktober 2020, Majelis Hakim memutuskan tidak menerima penuntutan JPU dan membebankan biaya perkara kepada negara. 

Baca juga: Jaksa Masih Koordinasi Terkait Vonis Opung Esterlan boru Sihombing

Alasan Jaksa Kasasi

Satu hari pasca putusan Majelis Hakim PN Simalungun, JPU langsung mengirimkan memori kasasi melalui PN Simalungun ke MA, pada Kamis 22 Oktober 2020.

Panmud pidana, Jonathan Sinaga kepada Hetanews membenarkan telah menerima permohonan kasasi tersebut. Hal itu dapat dilihat melalui Sipp.pn simalungun

Kasi Pidum Irvan Maulana mengakui adanya kasasi. Senada dengan Irvan, Barry Sugiarto Sihombing selaku JPU dalam perkara Esterlan turut membenarkan.

"Sehari setelah putusan hakim, besoknya kami menyatakan kasasi ke pengadilan,” kata Barry ditemui Hetanews di kantornya, Rabu (4/1/2020).

Kasasi berdasarkan pedoman tuntutan jaksa No.3 Tahun 2019 berkaitan dengan upaya hukum bebas/lepas, jaksa harus melakukan upaya Kasasi. 

Dijelaskan Barry, Jaksa menilai putusan hakim tidak mempertimbangkan unsur unsur penuntutan jaksa.

Baca juga: PT Kabulkan Permohonan Jaksa Agar Perkara Pencurian 3 Ton Sawit Dilanjutkan

Amar Putusan

Sidang putusan terdakwa Esterlan Sihombing (80 tahun) pada Rabu 21 Oktober 2020 dengan amar putusan, penuntutan jaksa belum dapat diterima dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Dengan putusan hakim tersebut, kasus pidana terhadap Esterlan belum bisa diterima karena masih ada proses perdata terkait masalah kepemilikan lahan sawit. Atas putusan hakim itu, jaksa menyatakan kasasi.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Esterlan mencuri sawit diatas lahan yang diklaim masih milik terdakwa.

Esterlan yang dirundung sakit, memakai tongkat dan selalu didampingi cucu tiap kali bersidang, dituntut 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan oleh jaksa dari Kejari Simalungun. 

Baca juga: Eksepsi Nenek Esterlan Sihombing Diterima