Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, pimpinan Hendrawan Nainggolan, meringankan vonis terdakwa Mindra Hardi (25), menjadi 1 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalaninya. Putusan hakim tersebut, dibacakan dalam persidangan online, Selasa (3/11/2020).

Sebelumnya, terdakwa Mindra, dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa Barry Sugiarto Sihombing SH.

Mindra dinyatakan bersalah, melanggar pasal 310 ayat (4) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.        

Alasan hakim meringankan vonisnya karena antara korban dan terdakwa sudah melakukan perdamaian.

Menurut hakim, terdakwa telah terbukti lalai mengendarai mobil, pada Jumat, 10 Juli 2020, sekitar pukul 16.30 WIB, di jalan umum Km 21-22,  jurusan arah Pematangsiantar - Perdagangan, Nagori Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela yang mengakibatkan korban meninggal dunia.         

Mobil truck colt diesel, BK 86677-TM yang bermuatan sawit yang dikendarai terdakwa, bersama saksi Adek Sinaga, Erpin Sihotang dan Pak Coki Sihotang, berangkat dari Simpang Bah Jambi, menuju gudang, di Simpang Dosin.

Saat melintas di tempat kejadian, berjarak sekitar 30 meter, sebelum simpang pabrik Sipef, terdakwa melihat dari arah parbrik, datang satu unit betor, membawa muatan rumput menuju persimpangan.        

Sehingga terdakwa mengurangi kecepatan dan berpikir jika betor tersebut akan berhenti terlebih dahulu.

Namun betor tersebut langsung masuk ke badan jalan dan kemudian berbelok ke kiri, menuju arah Perdagangan.

Sedangkan posisi terdakwa, sudah berjarak sekitar 5 meter dari betor tersebut, sehinggga terdakwa spontan banting setir ke badan jalan sebelah kanan.

Pada saat itu, baru terdakwa melihat sepeda motor korban Jesver Sciffo, datang dari arah berlawanan dan jarak kendaraan yang dikemudiakan oleh terdakwa hanya berkisar 10 meter.          

Karena sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan dikarenakan kelalaian terdakwa dimana pada saat akan menghindar ke kanan terdakwa tidak terlebih dahulu memperhatikan kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas.           

Terdakwa pun meminggirkan mobil ke beram jalan sebelah kiri. Kemudian terdakwa turun dari mobil dan melihat korban tergeletak tidak bergerak. Terdakwa merasa takut mendekati korban dan dari keterangan warga ada yang menyampaikan jika kaki korban patah dan korban tidak bergerak lagi. Ditambah lagi dengan kerumunan warga yang semakin ramai, sehingga terdakwa mengamankan diri dengan mendatangi gudang toke terdakwa dan menyerahkan diri ke Polsek Bangun.